Minggu Yang “Beristirahat”

polandiaHari Minggu lalu, saya menyempatkan diri pergi ke daerah perbatasan menuju ke area Polandia, di sebuah kota kecil bernama Cyiezin, berseberangan dengan kota Cesky Tesin pada bagian Republik Ceko.  Kotanya nampak indah dan bangunan-bangunan bersejarahnya begitu bagus terpelihara sampai sekarang.  Taman dan lapangan atau mungkin kalau bisa disebut alun-alunnya begitu luar biasa nampaknya.

Namun, ada satu hal yang juga nampak begitu menarik yaitu banyak sekali toko dan layanan yang tutup pada hari Minggu. Seorang teman dari Hungaria mengatakan bahwa di negaranya ada suatu aturan yang melarang toko dan kantor buka pada sabtu dan minggu.  Dan ada sanksi bagi yang melanggar, kecuali untuk beberapa jenis layanan publik.

Melihat itu semua dan mendengar cerita teman, saya merenungkan betapa taatnya mereka terhadap aturan tersebut walaupun mereka sebagian besar bukanlah orang yang beriman pada Kristus. Namun mereka melakukan hal itu sebagai suatu bentuk ketaatan, dengan tidak mempedulikan keuntungan pribadi.

Firman Tuhan berbicara soal lamanya bekerja bagi kita.  Tertulis perintah-Nya agar enam hari lamanya kita bekerja dan pada hari yang ketujuh harus beristirahat.  Ini merupakan suatu aturan yang harus ditaati dan menjadi prinsip bagi kita. Bila Tuhan menyuruh beristirahat satu hari, maka haruslah kita taati dengan sungguh-sungguh karena ada maksud Tuhan yang indah dan baik di dalam setiap perintah-Nya.  Mari lepaskanlah satu hari yang biasanya kita pakai untuk bekerja atau bisnis dan memulai suatu gaya hidup baru yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Bacaan Imamat 23:3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *