Memancing: Kesabaran Atau Keserakahan

Di berbagai daerah di Jawa Barat, banyak terdapat tempat pemancingan ikan. Banyak orang yang menjadi langganan tempat memancing tersebut, dan tentu tidak gratis.

Kalau melihat seseorang sedang memancing, mungkin terbersit dalam pikiran bahwa orang itu pastilah memiliki kesabaran yang tinggi karena rela menunggu dengan tekun umpannya disambar oleh ikan. Pemikiran tersebut bisa benar dan bisa juga salah.  Mengapa? Karena tidak semua orang yang memancing memiliki motivasi dan tujuan yang sama. Ternyata di balik fenomena memancing ada banyak hal di belakangnya yang terselubung.

Salah satu sisi negatif memancing adalah kegiatan perjudian di dalamnya.  Pihak pengelola tempat memancing membuat suatu lomba yang bernafaskan judi dengan janji hadiah yang besar seperti mobil, uang dan sebagainya.

Di antara sesama pemancing juga sering terjadi deal untuk taruhan sejumlah uang atau barang tertentu.  Maka tidaklah mengherankan melihat fenomena banyak bapak-bapak yang begitu rajin ke tempat pemancingan.

Seorang bapak dikabarkan meninggal di tempat pemancingan di daerah Bandung karena selama beberapa hari terus menerus berada di kolam pemancingan ikan, tanpa makan dan istirahat. Setelah diselidiki, rupanya bapak ini sudah habis banyak uang untuk berjudi dan sedang mencoba untuk menebus kekalahannya dengan cara berjudi terus melalui kegiatan mancing.

Akibat buruk dari keterikatan ini, banyak istri yang menceraikan suaminya yang kalah judi di pemancingan, karena kondisi ekonomi keluarga kacau balau dan situasi rumah tangga yang tidak stabil akibat hal ini.

Akar dari permasalahan ini sebenarnya adalah sifat serakah pada diri seseorang yang membuatnya ingin meraih sesuatu secara instan.  Bukannya mendapat keuntungan, malahan kerugian yang diperoleh akibat perjudian semacam ini.  Mungkin kelihatannya nyata bahwa ada yang mendapatkan hadiah, tapi itu merupakan modus jeratan Iblis.

Firman Tuhan memerintahkan kita untuk tidak serakah dan cinta akan uang.  Segala keinginan hawa nafsu duniawi yang berkaitan dengan kekayaan dan uang secara berlebihan akan menjadi jerat yang menghalangi seseorang masuk surga.   Hilangnya damai sejahtera dalam hati banyak disebabkan oleh keserakahan akan uang dan harta.

Mari ingat Firman Tuhan agar jangan serakah.  Biarlah hidup kita selalu bersyukur dan berserah kepada kehendak-Nya.  Lakukan yang terbaik dalam nama Tuhan dan muliakan nama-Nya di sepanjang hidup kita.  Berkat dan kekayaan diberikan Tuhan kepada mereka yang dapat bersyukur, rendah hati dan taat kepada-Nya.
Amin.

Kolose 3:5 
“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *