Seperti Biji Mata

Biji mata adalah bagian tubuh yang paling rentan dengan berbagai macam bahaya masuknya benda asing, namun ada kelopak mata yang bergerak secara refleks untuk melindunginya. 

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah biji mata Tuhan. Dalam kitab Ulangan 32:10 tertulis: “Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.”

Metafora sebagai Biji Mata Tuhan merupakan suatu pernyataan yang bermakna bahwa Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindungi kita dari segala bahaya.  Mengapa? Karena kita adalah biji mata-Nya.  Bayangkan saja, betapa diri kita sendiri pun akan menjaga biji mata kita sendiri, apalagi Tuhan.  Dan kitalah biji mata Tuhan, ini tentu sesuatu yang luar biasa dan merupakan penghargaan Tuhan. 

Kebenaran ini membawa kita kepada suatu pengertian bagaimana seharusnya sikap kita dalam hidup:
1. Kita harus menyadari bahwa diri kita ini sebenarnya tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan. 
Bagaikan biji mata yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri, begitulah juga dengan kita. Kesadaran ini membawa kita kepada sikap untuk selalu rendah hati dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.  Janganlah kita sombong dan tinggi hati akan keadaan kita sebab sesungguhnya kita tidak mampu.  Hanya karena Tuhanlah kita dimampukan, dijaga dan dilindungi.

2. Kita harus senantiasa mengandalkan Tuhan.
Jangan mengandalkan kekuatan diri kita sendiri.  Apabila bahaya datang berupa persoalan, aniaya atau penderitaan, maka kita dapat dengan teguh mengandalkan Tuhan yang akan menolong dan melepaskan kita. Firman Tuhan berkata bahwa Ia akan memberkati orang-orang yang mengandalkan Dia.

3. Kita berharga di hadapan Allah.
Semua orang yang beriman adalah orang-orang yang berharga di hadapan Allah. Allah tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan kasta atau tingkat derajatnya dalam masyarakat.  Bagi Allah tidak ada raja, bangsawan, pejabat atau rakyat jelata. Semuanya sama di hadapan-Nya.  Masyarakat atau lingkungan mungkin merendahkan, karena keadaan atau posisi kita, tapi ketahuilah bahwa kita ini berharga bagi Tuhan, karena kita adalah biji mata-Nya.

Firman Tuhan dapat kita percayai dengan sungguh karena Firman-Nya hidup dan berkuasa. Tuhan Yesus akan selalu menolong kita melalui segala macam situasi kehidupan. Dia akan menyertai perjalanan kita sampai kepada rencana-Nya yang indah dan mulia.  Katakanlah pada diri kita: “Aku ini adalah biji mata Tuhan! Terima kasih Tuhan.”  Amin.

2 thoughts on “Seperti Biji Mata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *