Tugas Terakhir

Hari Rabu yang lalu, saya menelepon seorang teman, pelayan Tuhan, untuk melayani di Lapas Jelekong Bandung.  Dia menyanggupi dengan penuh semangat sebagaimana biasanya kalau diminta kesediaannya untuk melayani dan menyampaikan khotbah meskipun tanpa imbalan. Namanya adalah Bapak Sadoki Waruwu. 

Di lapas, ia menyampaikan Firman Tuhan dengan penuh semangat.  Dan disana ada satu anak binaan lapas yang sudah lama berdoa agar dikunjungi oleh orang dari suku Nias, karena ia rindu bertemu teman sekampung halaman.   Kehadiran Bapak Sadoki menjadi obat kerinduannya dan ia senang akan kehadiran pelayan Tuhan dari suku Nias. Bapak Sadoki pun berjanji untuk datang sekali setiap bulan untuk melayani disana. 

Pada saat pulang dan hampir mencapai kompleks perumahan tempat tinggalnya, Pak Sadoki berhenti di pinggir jalan dan turun dari motornya untuk beristirahat karena pusing. Rupanya inilah tanda awal kepergian dari  Bapak Sadoki.

Malamnya, ia dibawa ke RS Immanuel dan hari ini, Sabtu sore, ia dipanggil pulang oleh Bapa di sorga.

Ada semacam perasaan tidak enak dalam hati saya karena sayalah yang menelepon meminta kesediaannya untuk berkhotbah di lapas.  Namun, perasaan itu sirna tatkala saya menyadari bahwa kematiannya sungguh mulia karena sehabis menunaikan tugas pelayanan.  Hidup dan mati manusia ada dalam kedaulatan Tuhan.  Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan.

Apabila kita masih hidup sampai hari ini, itu adalah kemurahan Tuhan dan baiklah kita meresponi kemurahan-Nya dengan melayani Dia. 

Apa yang telah dilakukan oleh Bapak Sadoki Waruwu menjadi teladan agar kita senantiasa setia dan bersemangat dalam mengerjakan tugas pelayanan.  Soal kematian adalah urusan Tuhan.  Umur kita ada di dalam genggaman tangan Tuhan.

Selama kita hidup baiklah kita selalu melayani Tuhan, haleluya.

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1:21)

“Selamat jalan sobat sekerja dalam pelayanan Kerajaan Allah, segala jerih payahmu tidaklah sia-sia, engkau telah tenang dan damai bersama Tuhan Yesus dalam Kerajaan Sorga.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *