Apa Yang Kita Keluhkan?

Orang-orang jaman dulu hidup tanpa gula pasir sampai abad ke-13; tanpa batubara hingga abad ke-14; tanpa roti mentega sampai abad ke-15; tanpa kentang hingga abad ke-16; tanpa kopi, teh dan sup sampai abad ke-17; tanpa pudding hingga abad ke-18; tanpa telur, korek api, dan listrik sampai abad ke-19; tanpa makanan kaleng hingga abad ke-20.

Dan di Indonesia, orangtua kita dapat hidup tanpa televisi hingga tahun 1970-an, tanpa telepon rumah hingga tahun 1980-an, tanpa internet hingga tahun 1990-an, tanpa handphone hingga tahun 1998, tanpa smartphone hingga tahun 2006; tanpa bbm, facebook, whatsapp, path, game online dan media sosial lainnya hingga tahun 2010.

Sekarang, apakah yang engkau keluhkan? Masihkah kita tidak bisa bersyukur? Bersyukurlah dalam keadaan apapun juga.

1 Korintus 10:10  berkata:
“Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”

Ketika engkau tidak memiliki apa-apa selain TUHAN, maka engkau akan menyadari bahwa sesungguhnya TUHAN sudah cukup untuk segala keperluanmu.

Marilah mengucap syukur pada Tuhan senantiasa. Haleluya!

2 thoughts on “Apa Yang Kita Keluhkan?”

    1. Iya, sebagai anak-anak Tuhan biarlah kita selalu mengucap syukur. karena ada begitu banyak alasan untuk bersyukur kepada Tuhan daripada mengeluh dan bersungut-sungut. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *