Pelajaran Dari Kisah Raja Nebukadnezar Yang Gila

Nats Alkitab:
Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung. Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun. (Daniel 4:33-34)

Raja Nebukadnezar adalah salah satu raja di kerajaan Babel yang kala itu mempunyai kekuasaan luas di dunia. Bangsa-bangsa lain takluk kepadanya dan termasuk bangsa Israel.

Bangsa Israel mengalami masa pembuangan dan tertawan selama 70 tahun di Babel.  Peristiwa ini terjadi akibat dosa-dosa mereka kepada Allah.  Meskipun telah berulangkali diperingatkan Tuhan melalui nabi-nabi, namun umat Israel tidak mengindahkannya dan tetap hidup dalam dosa.

Tuhan memakai bangsa Babel untuk melaksanakan kehendak-Nya bagi bangsa Israel. Tuhan menjadikan Babel sebagai bangsa yang kuat dan berkuasa atas bangsa Israel dan lainnya.  Namun, hal ini tidak disadari oleh Nebukadnezar dan ia menjadi sombong dengan mengira bahwa kejayaan bangsanya oleh karena dirinya.

Firman Tuhan berkata bahwa Allah membenci kesombongan.  Orang sombong akan Ia rendahkan dan oran yang rendah hati akan Ia tinggikan.

Ketika Nebukadnezar menyombongkan diri maka terjadilah apa yang telah disampaikan Tuhan. Nebukadnezar menjadi gila selama 7 tahun lamanya. Ia makan rumput dan telanjang, kuku dan rambutnya menjadi panjang tak terawat.

Berhati-hatilah dalam sikap hati kita dalam situasi kejayaan atau kemakmuran atau kesuksesan, jangan sampai diri kita merasa bahwa pencapaian kesuksesan itu terjadi karena kekuatan, kepandaian atau kemampuan kita.  Kita harus menyadari bahwa semuanya itu adalah karena kemurahan dan pertolongan Tuhan. Ia yang mengangkat raja dan Ia pula yang menurunkan raja. Ini berarti bahwa kuasa dan kedaulatan ada pada Allah, bukan manusia.  Manusia tidaklah berdaya menghadapi dan meraih apapun dalam hidupnya bila tanpa campur tangan kuasa Tuhan.

Marilah kita senantiasa hidup rendah hati dan memuliakan Tuhan. Kesombongan akan menghancurkan hidup kita, karena itu janganlah sombong melainkan selalu memuji Tuhan yang telah melakukannya bagi kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *