Dari Patah Hati Menjadi Bulat Hati

peter2
Rasul Petrus memberitakan Injil pada hari raya Pentakosta.

Kalau orang dalam beberapa hari berubah sikap dari takut menjadi berani, tentu ada penyebanya yang luar biasa. Perubahan besar terjadi pada sikap para murid di kota Yerusalem sejak peristiwa kebangkitan Yesus.

Beberapa hari sebelumnya, para murid Yesus berada dalam keadaan muram.  Yesus yang semula mereka sangat harapkan, ternyata dijatuhi hukuman mati.  Mereka takut kalau-kalau mereka sebagai pengikut-Nya juga akan ditangkap dan menjalani nasib yang serupa.  Menurut kitab Injil Yohanse, murid-murid itu berkumpul “di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.”

Tetapi beberapa hari kemudian mereka sudah berani berada di jalan-jalan raya kota yang sama dan berkata dengan lantang, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem…, Yesus yang telah kamu salibkan dan kamu bunuh…, tetapi Allah membangkitkan Dia…. Tentang hal itu kami semua adalah saksi…. Jadi seluruh kamu Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus… Bertobatlah….” (lihat Kis. 2:14-40)

Dapat anda bayangkan, sikap para murid itu berubah 180 derajat.  Mereka yang semula bersembunyi kini “mengecam dan menasehati.”  Kalau kita jadi penduduk kota Yerusalem, mungkin kita sulit mengenali kembali para murid dari sikapnya itu.  Mereka sangat berubah.  Beberapa hari yang lalu mereka begitu takut, sekarang menjadi begitu berani.

Kalau mereka memberi kesaksian di kota-kota kecil di luar Yerusalem, itu tak begitu mengherankan.  Tetapi mereka melakukan itu di dalam kota Yerusalem, yang adalah tempat pusat musuh-musuh Yesus.  Yerusalem adalah tempat tinggal Imam Besar, Imam-imam kepala, orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan massa orang Yahudi yang mayoritas membenci Tuhan Yesus.

Jelas sekali bahwa para murid itu berubah menjadi sangat berani.  Di hadapan orang-orang yang merasa berhasil menamatkan riwayat Yesus, mereka meneriakkan yang sebaliknya: “Yesus sudah bangkit.  Ia adalah Tuhan yang hidup!”

Itulah perubahan besar yang terjadi pada murid-murid Yesus.  Dari rasa kurang pasti menjadi yakin seyakin-yakinnya.  Dari diam karena rasa kalah, menjadi bersorak karena rasa menang.  Dari patah hati menjadi bulat hati.

Apa yang menyebabkan perubahan sebesar itu?  Apa lagi kalau bukan kenyataan bahwa Yesus memang benar-benar sudah bangkit!

(Oleh Dr. Andar Ismail)

Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. (Kisah Rasul 4:31)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *