Hidup Keagamaan Yang Benar

farisiSelamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Dalam Injil Matius pasal 5 ayat 20 ada tertulis: “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Ini merupakan perkataan Tuhan Yesus kepada segenap orang yang mengikuti Dia saat itu.  Dan perkataan ini juga ditujukan buat kita semua yang percaya kepada-Nya.  Mengertikah kita apa makna dari perkataan tersebut?  Kelebihan yang bagaimana yang Tuhan Yesus maksudkan yang harus kita miliki dibandingkan para ahli Taurat dan orang Farisi?

Ahli Taurat dan orang Farisi adalah orang-orang yang taat beragama, berdoa tiga kali sehari menghadap Bait Allah di Yerusalem, suka menyelidiki Taurat Tuhan dan rajin beribadah.  Disiplin mereka dalam melaksanakan agama sangat tinggi dan mereka menegakkan pemberlakuan syariat hukum Taurat di kalangan masyarakat.   Melihat kehidupan mereka yang sedemikian taatnya, apakah yang masih kurang dari mereka?  Dan bagaimana cara agar kita dapat melebihi orang-orang ini?

Apakah kita harus melebihi jumlah doa mereka? Haruskah kita lebih banyak membaca dan merenungkan Alkitab dibandingkan mereka? Haruskah kita beribadah melebihi mereka? Sanggupkah kita? Sanggupkah kita menjadi pribadi yang taat melebihi orang Farisi dan ahli Taurat?

Tuhan Memperhatikan Yang Batiniah
Para ahli Taurat dan orang Farisi secara lahiriah kelihatan benar, akan tetapi ketaatan beribadah dan melakukan syariat agama yang mereka lakukan hanyalah secara lahiriah saja. Batiniah mereka masih saja kotor dan tidak berkenan kepada Tuhan.  Padahal mereka menaati banyak peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca firman Allah dan menghadiri kebaktian.  Namun sayangnya, sikap yang secara lahiriah benar itu tidak dibarengi dengan keadaan batiniah yang baik dan benar.  Hati mereka masih dipenuhi dengan berbagai kejahatan.  Tuhan tidak begitu peduli dengan yang lahiriah, meskipun itu penting juga, akan tetapi yang utama adalah batiniah kita harus benar, hati dan roh kita harus selaras dengan kehendak Allah dalam iman dan kasih.

Dengan mengetahui kebenaran ini, menjadi suatu peringatan bagi kita untuk sungguh-sungguh beribadah dengan segenap hati dan secara rohani harus tulus menyembah kepada Tuhan.  Rajin ke gereja setiap minggu belum tentu dipandang benar di hadapan Tuhan apabila hati kita masih dipenuhi iri hati, dengki, kenajisan dan rupa-rupa kejahatan. Beribadah kepada Tuhan harus dibarengi dengan perubahan sikap hati yang benar.  Hati dan pikiran kita harus suci dan tulus di hadapan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat dibohongi dengan kemunafikan kita.

Marilah kita hidup seperti yang Tuhan inginkan yakni memiliki hati yang benar, pikiran yang benar dan sikap hidup yang benar.  Kehidupan keagamaan kita harus lahir dari hati yang benar dan berkenan.  Berdoalah minta pimpinan Roh Kudus untuk menerangi hati kita senantiasa dengan kebenaran Firman Tuhan agar kehidupan kita berkenan pada Tuhan.

 

One thought on “Hidup Keagamaan Yang Benar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *