Penampian Atas Setiap Orang

Alat penampi
Metode penampian di Timur Tengah

Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, selamat pagi, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada hari ini kita akan belajar firman Tuhan yang terambil dari Matius 3:12 yang berkata:
“Alat penampi sudah di tangan-Nya.  Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan di bakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Dalam ayat ini disebutkan tentang penampian yang akan dilakukan oleh Tuhan untuk memisahkan gandum dari debu jerami atau sekam. Gandum akan dikumpulkan ke dalam lumbung-Nya, namun debu jerami akan dibakar.

penampian2
Penampian di India

Gambaran tentang 2 tipe manusia
Apa maksud dari ayat ini?  Ini merupakan suatu gambaran tentang apa yang dikerjakan Tuhan kepada setiap manusia.  Ada dua golongan manusia yang disebutkan berdasarkan ayat ini yaitu manusia “gandum” dan manusia “debu jerami”.   Kedua tipe manusia ini berada dalam satu tempat penampian dan proses penampian ini akan memisahkan keduanya.

Saudara mungkin pernah menampi beras yang akan dimasak dengan memakai sebuah alat penampi.  Saya dulu seringkali membantu ibu untuk membersihkan beras.  Beras ditaruh di suatu wadah yang disebut nyiru, kemudian nyiru dipegang dan digoyang-goyang ke atas dan ke bawah.  Saat menggoyang nyiru ke atas, beras akan terlempar ke atas bersama dengan debu jerami yang ada. Lalu saat itu saya akan meniup ke arah beras dan debu jerami itu, agar debu jerami terpisah dari beras.  Beras akan jatuh, sedangkan debu jerami akan terbawa angin tiupan dan jatuh ke tanah.

Penampian akan memisahkan
Proses penampian merupakan sebuah metode pemisahan gandum dari sekam yang telah digunakan sejak jaman dulu.  Penampian biasanya dilakukan dengan melempar hasil panen ke udara agar angin meniup sekam yang ringan, sementara gandum yang lebih berat jatuh ke tempat penampi.

bulir gandum
Bulir-bulir gandum

Pada tahapan proses ini, gandum dan sekam (debu jerami) bila dilihat begitu saja akan nampak sama.  Bulir gandum yang berisi dengan sekam yang kosong akan nampak sama, akan tetapi ketika ditampi, angin akan meniup keduanya, dan bulir gandum yang berisi akan jatuh, sedangkan sekam yang kosong itu akan terbawa angin.

Gandum berbicara tentang setiap orang beriman yang hidupnya benar di hadapan Tuhan.  Sedangkan debu jerami atau sekam adalah setiap orang yang imannya kosong dan tidak berbuah. Kedua tipe orang ini secara lahiriah kelihatannya sama, akan tetapi Tuhan tahu sampai kedalaman hatinya.  Tuhan tahu mana yang berisi dan mana yang kosong.

Ujian Kesetiaan
Penampian juga berbicara tentang ujian-ujian yang akan dihadapi setiap orang untuk membuktikan kesetiaan mereka kepada Tuhan.  Setiap tokoh dalam Alkitab pernah mengalami ujian kesetiaan ini.  Dan ujian itu merupakan peristiwa-peristiwa sehari-hari, persoalan dan masalah, tantangan dan godaan, yang akan memperlihatkan sifat asli dari kita.  Apakah dalam situasi sulit atau godaan dosa, kita dapat tetap berpegang teguh kepada Tuhan?
Berbagai ujian hidup itu ibarat kita sedang ditampi oleh Tuhan, apakah kita kosong atau kita berisi?  Keadaan kosong atau berisi bukanlah suatu keadaan yang tidak dapat diubahkan, akan tetapi sikap dan iman kita kepada Tuhan akan menentukan apakah kita ini kosong atau berisi.
Ayat diatas hendak berbicara kepada kita: “Jadilah kamu seperti gandum yang berisi, dan jangan menjadi seperti debu jerami!”  Inilah makna yang terdapat dalam ayat tersebut.

Penampian oleh Yesus Kristus
Perhatikan bahwa ayat ini menyebutkan tentang alat penampi ada di tangan Yesus.  Jadi, Tuhan Yesus Kristus lah yang akan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.  Alkitab menyebutkan bahwa Tuhan Yesus adalah Hakim atas segala hakim dan Ia akan menghakimi dunia ini.  Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan dihakimi, tetapi barangsiapa tidak percaya ia sudah berada di bawah hukuman.
Kebenaran ini haruslah kita sikapi dengan tindakan untuk percaya kepada Hakim Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus.  Firman Tuhan adalah kebenaran, oleh karena itu, sikap seorang yang benar adalah mau menuruti kebenaran itu dan hidup di dalam kebenaran.  Kebenaran yang sekarang ini harus kita tindaklanjuti adalah “sudahkah kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus?”  Bila belum, maka sekarang ini adalah waktunya bagi kita untuk bertindak dan percaya kepada-Nya.

Akhirnya saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita menjadi pribadi-pribadi yang seperti gandum dalam ayat ini, yaitu orang-orang yang berisikan iman dan perbuatan.  Sebab iman tanpa perbuatan adalah kosong. Hiduplah dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus sampai akhir.  Jangan berhenti di tengah jalan, tapi akhirilah perjalanan dalam iman. Setialah sampai mati, sampai kita dikumpulkan-Nya masuk ke dalam Kerajaan Sorga yang kekal. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *