Perubahan Menuju Kesempurnaan

Nats Alkitab:
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (2 Korintus 4:16)

Ayat diatas menyebutkan tentang perubahan yang dialami oleh tubuh jasmani (lahiriah) dan tubuh rohani (batiniah). Perubahan yang terjadi pada kedua objek tersebut berbeda. Pada yang lahiriah terjadi kemerosotan, yakni tubuh jasmani makin tua makin lemah, tambah kisut dan keriput namun sebaliknya pada yang batiniah justru terjadi pembaharuan, semakin lama semakin indah dan cemerlang di dalam Tuhan.

Perubahan pada batiniah seseorang dapat dilihat dari cara berpikir, sikap dan tindakannya dalam kehidupan. Semakin hari ia memiliki kecenderungan untuk semakin menyenangkan hati Tuhan yaitu hidup sesuai dengan kehendak-Nya yang baik dan sempurna.

Sebuah tulisan dari seseorang ingin saya bagikan disini bertema “Lain Dulu Lain Sekarang”, yang isinya sebagai berikut:

LAIN DULU LAIN SEKARANG= PERUBAHAN HIDUPKU

Dulu aku kagum pada manusia yang cerdas, kaya, berhasil dalam karir, hebat dalam dunianya. Sekarang aku memilih lebih kagum pada orang yang hebat di mata Tuhan sekalipun penampilannya biasa dan bersahaja.   

Dulu aku berpikir membahagiakan orang tua kalau aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat mereka bahagia adalah sikap perhatian tingkah laku dan sapaanku kepada mereka.

Dulu aku marah kalau harga diriku dijatuhkan atau orang lain berlaku kasar menggunjing dan menyakitiku. Sekarang aku memilih untuk bersyukur karena akan ada kasih dari mereka kalau aku mampu bersabar dan memaafkan mereka.

Dulu aku mengejar dunia dan menumpuk harta sebisaku. Sekarang aku memilih untuk bersyukur dengan apa yang kupunyai dan memikirkan bagaimana aku bisa melakukan lebih banyak kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain.

Dulu aku fokus pada rencana-rencana dahsyat untuk duniaku. Ternyata aku melihat teman-teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.

Sekarang pusat pikiran dan rencana-rencanaku pada mempersiapkan diri agar aku siap jika suatu saat aku dipanggil oleh-Nya.

Tidak ada yang menjamin aku bisa menghirup nafas besok.
Kalau hari ini dan besok aku masih bisa hidup itu semata-mata anugerah Tuhan.  Mari Kita SALING Mengasihi dan CINTA DAMAI.  (Anonim)

Tulisan diatas mengingatkan tentang apa sebenarnya fokus hidup kita yang utama, yaitu berfokus kepada Tuhan Yesus Kristus.

Marilah kita dalam hidup ini memperhatikan yang kekal. Roh Kudus akan memampukan kita dan membaharui batiniah kita dari sehari ke sehari asalkan kita mau tunduk dan berserah kepada pimpinan-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *