Mengakhiri Dengan Syukur

Kita akan segera beranjak ke tahun yang baru, tahun 2014.  Sejak semula Tuhan membuat benda-benda di langit sehingga manusia dapat mengetahui waktu dan belajar menghitung hari-hari supaya bijaksana.
Tahun 2013 sudah tinggal beberapa hari lagi akan kita tinggalkan, dan tentu bila kita merenungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, ada suka dan duka, secara global, dunia juga banyak mengalami perubahan. 
Cuaca semakin ekstrim, di belahan dunia yang satu, iklim semakin kering, sedangkan di belahan dunia lainnya, iklim semakin basah, sehingga banjir yang tak terduga melanda berbagai kota dan negara di dunia.
Vietnam dan negara di Timur Tengah, mengalami salju yang langka terjadi.
Tornado di Amerika Serikat semakin banyak jumlahnya.  Topan yang melanda Filipina merupakan salah satu yang terdahsyat dan itu semua merupakan tanda-tanda akan datangnya sesuatu, apakah itu? Akhir dari segalanya.  Namun akhir dunia adalah awal dari sesuatu yang baru.  Tuhan akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru, sebagaimana janji firman-Nya.

Marilah kita bersyukur atas semua yang terjadi sepanjang tahun 2013, dan belajar dari setiap pengalaman yang dialami untuk menjadi manusia yang lebih baik, dan tentunya lebih beriman dan lebih setia kepada Tuhan.  Jadilah lebih sabar, dan lebih mengasihi dari yang sudah-sudah.  

Perintah utama dari Tuhan bagi manusia adalah agar supaya kita saling mengasihi.  K A S I H, adalah perintah utama dan merupakan karunia utama dari Tuhan.  Banyak orang mengejar karunia-karunia lain seperti bernubuat, berbahasa roh, mengajar, dan sebagainya, tetapi jangan lupa, ada satu karunia lain yang lebih utama yaitu Kasih.  Kejarlah Kasih itu (1 Korintus 14:1).  Mengapa Kasih merupakan karunia?  Banyak orang berpikir bahwa kasih bisa dimiliki dari dalam diri sendiri, tapi  ternyata itu salah.  Sebab tidak mungkin seorang manusia yang sudah hilang kemuliaan karena dosa, bisa memiliki kasih yang sempurna.
Kita tidak berbicara soal kasih eros (kasih karena ketertarikan atau hawa nafsu seksual), juga bukan soal kasih fileo (kasih antar sahabat/saudara), dan juga bukan soal kasih storge (kasih antara keluarga), melainkan kasih AGAPE (kasih yang tulus dan tak bersyarat). 
Kasih Agape adalah karunia Allah bagi manusia, dan tidak mungkin dimiliki seseorang tanpa ia lebih dulu mengalami dan menerima kasih karunia Allah itu, melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kasih Agape itu diajarkan Tuhan Yesus sendiri, ketika Ia berkata: “berkatilah orang yang mengutuk kamu,” dan “kasihilah musuhmu”.
Tentu bukan sekedar kasih kepada sesama saja, tapi jangan lupa kasih kepada Tuhan sebagai perintah pertama dan utama, yaitu dengan percaya sepenuhnya kepada-Nya dan mengandalkan Tuhan senantiasa serta taat kepada firman-Nya. 

Mari kita masuki tahun 2014, dengan suatu pengharapan yang pasti di dalam Tuhan Yesus. Hari esok ada jaminan dan arti sebab ada Yesus bersama kita selalu.  Dia hidup dan berkuasa atas segalanya, kini dan sepanjang segala masa. Haleluya, Amin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *