Kemarahan-Nya Terhadap Gereja

“Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka: uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.”
(Yohanes 2:15)

Dari kisah dalam Injil Yohanes ini, kita tahu Yesus begitu marah ketika masuk ke Bait Suci. mengapa Yesus marah?
Yesus marah karena: Pertama, Halaman Bait Suci yang seharusnya menjadi tempat umat Allah, telah menjadi tempat domba-domba
Yang kedua, ada praktek jual beli yang tidak benar, ada “kerjasama” antara pedagang hewan untuk korban dengan para imam sehingga setiap hewan yang dijual di halaman Bait Suci, pasti “lulus” untuk dipersembahkan, harganya pun jauh lebih mahal dibandingkan di pasar, akhirnya umat terpaksa membelinya. Disamping itu juga, para penukar uang mempermainkan nilai tukar atau kurs nya, karena tingginya kebutuhan dari umat yang datang dari luar daerah.
Apa yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah bahwa secara intrinsik peristiwa ini juga mengingatkan kita supaya gereja tidak menjadi tempat bisnis atau gereja tidak dibisniskan, tetapi, gereja harus sungguh-sungguh menjalankan fungsinya dalam hal Koinonia (persekutuan), Marturia (bersaksi), dan Diakonia (melayani sesama) selain Liturgia (penyembahan) dan Didaskalia (pengajaran).

Tuhan Yesus ingin supaya kita semua waspada, ketika hamba Tuhan atau pemimpin agama dikultus, atau diindividukan, pengajaran di gereja sudah tidak lagi sesuai dengan firman Tuhan, ketika gereja merasa dirinya yang paling benar atau gereja dipakai untuk  ketidakadilan dan kesewenang-wenangan, gereja perlu dikoreksi supaya tidak “dijungkirbalikkan” oleh Tuhan.

Demikian juga hidup kita, ketika kedagingan berkuasa atas hidup kita, bukan Roh Kudus, kehidupan kita perlu bertobat diampuni dan dipulihkan oleh Tuhan Yesus.

“Sebab Rumah-Ku akan disebut Rumah Doa”, kata Tuhan Yesus. Saudara dan saya adalah Bait-Nya, rumah-Nya, tempat kediaman-Nya. Jangan kita jadikan “sarang penyamun” dimana dosa dan ketidakadilan serta kejahatan merajalela. Kuduskanlah diri kita dengan kuasa firman-Nya dan darah-Nya yang kudus melalui ketaatan dan penundukan diri pada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *