Bukan Kita Yang Hebat, Tapi Kasih-Nya Yang Hebat Atas Kita

god's loveSeorang anak muda yang sejak kecil ditinggal oleh ayahnya, senang membuat lukisan-lukisan. Anak muda ini tinggal di daerah pinggiran kota, dan dengan setia membuat satu demi satu lukisan.
Lukisannya tidak terlalu bagus kelihatannya, agak abstrak dan rasanya sulit untuk bisa laku terjual dengan harga mahal.

Suatu kali, mendadak, anak muda ini mendapatkan undangan “pameran tunggal” di sebuah kota besar, dari seseorang yang tidak dia kenal, yang secara lengkap mensponsorinya, membiayai tiketnya pergi pulang dan menyediakan semua akomodasi yang dia perlukan.

Anak muda ini pun mengikuti saja arahan dari sang sponsor. Dia yang bukan siapa siapa, diberikan suatu kesempatan langka untuk menyelenggarakan pameran tunggal lukisan.
“Siapa yang akan hadir?,” pikirnya. Kemungkinan orang untuk datang ke pameran sangat kecil oleh karena dia bukan seorang pelukis terkenal. Tapi aneh tapi nyata, pengunjung pameran cukup banyak, dan yang luar biasanya, semua lukisannya habis terjual dengan harga yang mahal.Mulailah muncul rasa bangga dalam hati pemuda ini. Dia merasa dirinya tidak kalah dengan pelukis-pelukis terkenal lainnya. Dia mulai merasa hebat, karena mampu meraih prestasi seperti itu dalam jangka waktu sangat singkat.

Tapi, semua rasa bangganya itu sirna, ketika pada akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang ada di balik semua kesuksesannya itu.

Rupanya, ayahnya yang dulu pernah meninggalkannya, dialah yang mensponsori semuanya. Ayahnya lah yang menggelar acara pameran tunggal itu untuknya, dan ayahnya juga yang mensponsori orang-orang untuk membeli semua lukisannya.
Anak muda ini merasa malu, dan menyadari bahwa semua karena perbuatan ayahnya. Mereka pun mengalami rekonsiliasi setelah lama tidak bertemu.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, betapa sering kita bersikap seperti anak muda itu. Ketika kita berhasil meraih sesuatu, kita merasa diri kita hebat, kita menjadi sombong dan kemudian menyepelekan orang lain.

Padahal semua yang kita raih sampai hari ini, kesuksesan, keberhasilan atau apapun yang menjadi kebanggaan kita saat ini, adalah semata-mata karena kasih Bapa di sorga. Dialah yang memberikan semuanya itu bagi kita. Bukan karena kita hebat, tetapi karena kasih-Nya yang hebat atas kita.  Yang berbeda dengan cerita itu, Bapa di sorga tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu mengamat-amati dan bersama-sama dengan kita.

Daud bukanlah siapa-siapa, ketika dia menghadapi Goliat yang besar, di atas kertas, Daud pasti kalah. Daud hanya menggunakan batu yang diambilnya dari dasar sungai, batu-batu yang nampak tidak berarti. Tapi dengan batu itu Goliat mati.
Bukan karena Daud hebat, tetapi karena Kasih Tuhan yang hebat atasnya.

Mazmur 117:1-2 berkata:
“Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!”

Sadarilah hari ini, bahwa hidup kita sampai hari ini, adalah karena kasih Tuhan yang begitu hebat atas kita. Kasih-Nya yang membuat kita hidup dan bernafas, serta meraih semua yang kita cita-citakan dan harapkan. Bukan karena kita, tetapi karena Anugerah Kasih-Nya yang besar. Amin. (BKT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *