Berharap Kepada Tuhan Yang Baik

‘Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
“Tuhan adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.’
(Ratapan 3:22-26)

Kitab Ratapan merupakan kitab yang berisi ratapan nabi Yeremia terhadap kondisi yang terjadi atas bangsa Israel.  Namun ratapan Yeremia bukanlah lahir dari dirinya sendiri melainkan dari Allah, sebab perkataan yang keluar dari mulut-Nya adalah inspirasi dari Roh Allah.

Membaca kitab ratapan dengan sungguh-sungguh akan membuat kita merasakan kesedihan yang mendalam atas kemalangan yang menimpa bangsa Israel yang adalah umat Tuhan.

Kemalangan dan bencana yang terjadi atas Israel merupakan limpahan Murka Tuhan akibat ketidaksetiaan Israel kepada ketetapan-Nya. Murka Allah jangan dilihat sebagai sesuatu yang menjerumuskan, namun murka-Nya adalah hajaran karena kasih-Nya kepada umat kesayangan-Nya, agar mereka kembali kepada Allah, kekasih mereka yang benar dan sejati.

Dari sudut pandang umat yang mengalami penderitaan, nampak seolah-olah tidak ada harapan lagi. Kelihatannya masa depan Israel begitu suram dan hukuman Allah begitu keras menimpa mereka sehingga menyebabkan hati mereka “tertunduk”.

Akan tetapi, di tengah kesengsaraan dan penderitaan yang berat itu, Yeremia berseru,”Sebab itu aku akan berharap” (3:21).  Harapan itu hanya ada di dalam Tuhan. Dan meskipun menderita sengsara, pengakuan Yeremia atas kebaikan Allah sungguh mengagumkan. Ia dapat berkata bahwa Tuhan itu baik dan kasih-Nya tidak berkesudahan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, besar kesetiaan Tuhan. Pernyataan ini merujuk kepada sifat-sifat Allah yang penuh kasih setia dan kebaikan serta rahmat.  Allah tidak dapat mengingkari hal-hal ini sebab itu adalah sifatNya.

Itulah sebabnya tidak ada jalan lain selain berharap kepada Tuhan sebab Dia baik bagi orang yang berharap kepadaNya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, apakah saat ini penderitaan sedang melanda hidupmu? apakah engkau sedang mengalami sengsara dan hatimu penuh dengan kesedihan dan saudara merasa tidak ada harapan?

Masih ada harapan buat saudara. Datanglah kepada Tuhan Yesus dan minta pertolonganNya. Katakan perkataan yang membangun iman dan akuilah akan kebaikan, kasih, rahmat dan kesetiaanNya dalam hidup pribadimu.

TanganNya selalu terbuka untuk menerima kita dan memberikan pertolongan.

Tuhan Yesus adalah pengharapan kita yang sejati karena Dialah Allah, Tuhan juruselamat manusia. Hanya kepadaNya kita dapat berharap. (Matius 12:21)

Dia sanggup menolong dan memulihkan hidupmu. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *