Rendahkanlah Dirimu dan Hatimu

Tuhan memberikan peringatan kepada orang-orang yang hidup dalam dosa dan dalam kesombongan. Penghukuman atas dosa akan dijalankanNya atas mereka yang berbuat dosa. Janganlah kita lupa bahwa kita ini buatan tangan Tuhan, yang harus ingat dan takut akan Tuhan.

Bila kita ditegur olehNya, maka hendaklah kita merendahkan diri dengan hancur hati, bertobat kepadaNya. Sebab Ia mengasihi kita, maka Ia pun akan mengampuni dan memulihkan hidup kita, asalkan kita bersungguh-sungguh hidup benar dan kudus di hadapanNya. Jangan ada lagi noda dosa dalam perkataan kita, jangan ada pikiran yang serong dan tidak benar dalam benak kita, jangan lagi ada perbuatan jahat yang  kita lakukan. Hiduplah benar seturut dengan kehendakNya. Maka Ia akan memberkati dan menyediakan upah sorgawi yakni keselamatan bagi kita dan akan memberkati hidup kita di bumi. Ia akan mengenyangkan kita dengan kebahagiaan dan memenuhi mulut kita dengan sukacita dan sorak sorai.

Rendahkanlah dirimu dan hatimu di hadapan Tuhan, sebab Ia ada bersama-sama dengan orang-orang yang rendah hati dan mau merendahkan diri. Ia ada bersama-sama dengan orang-orang yang remuk hati.

Jagalah hatimu agar selalu ingat kepadaNya!

Yesaya 57:15
“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”

Mendengar Suara Tuhan dan Menyampaikan SuaraNya

Nats Alkitab:
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.(Yesaya 50:4)

Pernyataan Nabi Yesaya tentang pekerjaan Tuhan pada dirinya pribadi, bahwa Tuhan mempertajam pendengarannya setiap pagi sehingga ia dapat mendengar suara Tuhan. Dan Tuhan pun memberikan kepadanya lidah untuk berbicara menyampaikan apa yang ia dengar dari Tuhan.

Saudara pun semuanya dapat dipakai oleh Tuhan asalkan saudara menyediakan diri untuk dipakai-Nya. Sediakanlah waktu setiap pagi untuk membaca dan merenungkan firman-Nya. Saat pagi hari masuklah dalam hadiratNya dengan doa dan ucapan syukur. Berdiam dirilah dan dengarkan suaraNya berbicara dalam hatimu. Kesampingkan egomu dan hawa nafsumu, rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, mintalah Ia berbicara kepadamu, maka Roh-Nya akan berbicara dalam relung hatimu. Latihlah kepekaanmu dalam mendengar dan mengerti suaraNya.

Pakailah lidah dan mulutmu untuk berbicara menyampaikan suaraNya. Kuatkanlah orang orang yang kehilangan semangat dan letih lesu, bangkitkanlah mereka dengan ucapan firman Tuhan yang keluar dari bibirmu. Tegurlah yang salah dan bimbinglah yang lemah ke jalan yang benar.
Ajarkanlah kehendakNya kepada semua orang.

Itulah tugas saudara, tugas kita semua orang yang percaya. Kita semua adalah muridNya, yang terus belajar dan mempraktekkan firmanNya. Jadilah murid yang baik dan setia.

“Ajarlah aku Tuhan untuk peka dalam mendengar suaraMu. Berbicaralah kepadaku, berikanlah hikmatMu agar aku mengerti kehendak dan rencanaMu. Jadikanlah aku saksiMu untuk menyampaikan firmanMu. Pimpinlah aku ya TUHAN.”