Kamu Pilih Yang Mana?

Kita gak akan pernah bisa hidup dalam kebahagiaan bila pikiran kita penuh rasa kuatir. Bisa gak kita hidup tanpa rasa kuatir? Nah, yang ini adalah pilihan pikiran kita. Silahkan mau pilih yang mana, berpikir kuatir atau berpikir bahagia?
Ini bukan sugesti, setiap orang yang mempercayakan hidupnya sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus, pikirannya itu dibaharui, diubah dari memikirkan yang lama menjadi memikirkan yang baru. Apa itu pikiran lama ? Semua yang tidak sejalan dengan pemikiran Allah. Rasa kuatir itu tidak sejalan dengan pikiran Allah. Ya, sebab Allah tidak pernah mengkuatirkan sesuatu pun.

Masa sih manusia tidak bisa kuatir? Siapa yang mengatakan tidak bisa? Bisa. Manusia memang bisa kuatir, tapi Tuhan Yesus mengatakan, “Jangan kamu kuatir!”

Kekuatiran itu bisa datang, tapi jangan biarkan diri kita terus menerus dalam kekuatiran. Firman Tuhan berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Jadi dua hal yang diajarkan Firman Tuhan tentang kekuatiran. Pertama jangan kuatir, dan kedua, serahkan kekuatiranmu pada Tuhan.

Seharusnya hidup orang percaya itu penuh damai sejahtera dan sukacita karena keselamatan dari Allah. Hidup kita sudah dijamin, baik hari ini, maupun nanti, baik yang di bumi maupun yang di sorga. Mau kuatir apalagi, bila yang paling sulit dicapai manusia sudah Tuhan berikan, apalah artinya dengan hanya sekedar menguatirkan hal-hal sepele soal makan minum atau pakaian dan sebagainya.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1Petrus 5:7)

Kehidupan Abraham Lincoln

Abraham Lincoln, presiden ke-16 Amerika Serikat pernah berkata, “I do the very best I know how – the very best I can; and I mean to keep doing so.” (Saya melakukan yang terbaik yang saya tahu, yang terbaik yang saya mampu, dan saya tetap melakukan terus seperti itu.”)

Kehidupannya menjadi sebuah contoh terbaik dari apa yang dikatakannya.  Inilah kronologi perjalanan karir dari Abraham Lincoln:
1831 – Gagal dalam bisnis
1832 – kalah dalam pemilihan anggota legislatif
1833 – Lagi, gagal dalam bisnis
1834 – terpilih sebagai anggota legislatif
1835 – Orang yang dikasihinya meninggal dunia
1836 – Mengalami gangguan kesehatan / gangguan syaraf
1838 – kalah dalam pemilihan
1840 – kalah dalam pemilihan
1843 – Kalah dalam kongres
1846 – Terpilih sebagai anggota kongres
1848 – kalah dalam pemilihan kongres
1855 – Kalah dalam pemilihan senat
1856 – kalah dalam pemilihan sebagai wakil presiden
1858 – kalah dalam pemilihan senat
1860 – TERPILIH SEBAGAI PRESIDEN KE-16 AMERIKA SERIKAT

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah hidup Abraham Lincoln adalah semangat untuk selalu berjuang dan bertahan dalam berbagai tantangan kehidupan. Jangan pernah menyerah dengan keadaan dan jangan takut gagal.  Selalu berserah kepada Tuhan. Dan ada waktu yang terbaik yang telah dirancangkan Tuhan bagi setiap kita.

Iman jangan sampai goyah sekalipun keadaan membuatmu kecewa. Tetaplah semangat dan berusaha. Serahkan semua kepada Tuhan.

2 Tawarikh 15:7
“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah   bagi usahamu!”

Sin Amnesty

Istilah Tax Amnesty begitu sering terdengar akhir-akhir ini. Secara sederhana artinya adalah pengampunan pajak. Orang-orang yang belum pernah membayar pajak atas harta atau penghasilannya selama ini bisa mengikuti program ini dan membayar sejumlah uang tertentu berdasarkan perhitungan Tax Amnesty.  Pada dasarnya, semua orang mengerti bahwa mereka mempunyai hutang pajak kepada negara.

Ada satu program dari Allah, Maha Pencipta, yang ditujukan bagi semua umat manusia di bumi ini. Program yang disebabkan oleh karena “hutang dosa” kepada Allah, yang tidak sanggup dibayarkan oleh manusia. Allah telah membuat program “Sin Amnesty” atau “Pengampunan Dosa”. Syaratnya sederhana saja dan tidak perlu membayar alias gratis. Apa syaratnya? Hanya perlu kesadaran akan perlunya “Sin Amnesty” itu bagi diri pribadi dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Penebus Dosa serta bertobat.
Semua hutang dosa manusia telah dibayarkan oleh Tuhan Yesus Kristus, di atas kayu salib, dengan darah-Nya yang suci. Kita tidak perlu membayar apa-apa,  pengampunan dosa itu telah diberikan dengan cuma-cuma.  Tunggu apalagi? Selama waktu masih ada, jangan pernah kau sia-siakan. Ikutlah program dari Allah, dosamu sudah diampuni, oleh darah korban Kristus Yesus Tuhan.

Kisah Para Rasul 3:19
“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,”

Efesus 1:7
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Botol Merah

Sadhu Sundar Singh mengilustrasikan tentang inkarnasi Kristus dengan cara yang unik. Ia menunjukkan sebuah botol berwarna merah yang diisi penuh dengan susu, kepada sekelompok pria dan mereka bertanya apa isi botol itu, apakah Brandy, Wine atau Whisky.

Mereka tidak percaya bahwa botol itu berisi susu, hingga susu itu ditumpahkan keluar dari botol berwarna merah tersebut. Warna merah botol menutupi warna putih dari susu.

Sadhu kemudian mengatakan bahwa demikian juga halnya dengan kemanusiaan Yesus Kristus. Orang-orang melihatnya sebagai sosok yang bisa mengalami kelelahan, kelaparan, penderitaan, kesedihan, dan menyimpulkan bahwa Ia hanyalah manusia biasa. Tapi tidaklah demikian yang sebenarnya.
“Kristus Yesus datang ke dunia dalam keserupaan dengan manusia, namun Ia adalah Allah dalam hakikat, yang mulia selamanya.”

Filipi 2:5-7
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Hidup Sebagai Ciptaan Baru

Masa lalu seringkali membayangi kehidupan masa kini seseorang, sehingga ia terikat dan seolah tidak dapat terlepas oleh ikatan masa lalunya.
Seorang anak muda dipenjara akibat perbuatan kriminal yang ia lakukan. Ia adalah anggota sebuah geng motor di kota itu.
Penjara tidak memisahkan dia dari kehidupan dan kebiasaan lamanya. Ia masih berkomunikasi dengan teman-temannya di geng motor dan terikat dengan suatu perjanjian dengan mereka yang membuatnya sulit untuk keluar dari lingkaran itu.
Tapi, ini bukanlah masalah sulit atau tidak sulit, melainkan mau atau tidak mau. Maukah ia sungguh-sungguh datang kepada Tuhan dan dipimpin oleh-Nya?

2 Korintus 5:17 mengatakan demikian, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Semua orang yang menerima dan percaya Tuhan Yesus Kristus, dijadikan ciptaan yang baru. Kita menjadi baru dalam hal apa? Hati kita dibaharui, pikiran kita dibaharui, segala sesuatu menjadi baru karena kuasa penciptaan-Nya bekerja di dalam kita. Ia menjadikan semuanya baik, dan Ia mengembalikan kita kepada keadaan yang baik itu sesuai standard Allah.
Tuhan menyucikan kita dan membersihkan kita dari segala dosa dan kejahatan.

Ketika kita menerima Kristus Yesus, maka secara otomatis kita menjadi ciptaan baru dan dilahirkan dalam kerajaan Allah, meskipun kita masih ada di bumi, namun eksistensi kita ada dalam sistem dan lingkungan serta kuasa pemerintahan Kerajaan Allah.

Kita menjadi anak-anak Allah dan diberi kuasa untuk hidup seturut dengan citra Allah. Kita merasakan kemuliaan-Nya, dengan pengetahuan dan pengertian yang dibaharui serta hidup dalam kekudusan.

Semua yang lama sudah berlalu dan tidak ada lagi. Pengalaman pahit karena dosa, kejahatan atau apapun itu, telah lenyap oleh kuasa penciptaan Kristus di dalam kita. Hiduplah dalam sukacita dan keberanian karena pembaharuan yang telah kita terima dari Tuhan Yesus Kristus.