Karena Pertolongan Allah, Aku Masih Hidup

Dalam Kisah Para Rasul 26:22 tertulis:
“Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa,”
Pada bagian awal dari ayat ini, Rasul Paulus berkata bahwa oleh pertolongan Allah maka ia dapat hidup sampai saat itu.  Kesadaran dan pengakuan ini menunjukkan tingkat iman dan kerendahan hati seorang manusia di hadapan Allah.

Kita semua hanyalah manusia biasa, yang hidup oleh karena pertolongan Tuhan.  Jikalau bukan Tuhan maka tidak mungkin kita bisa hidup sampai sekarang.

Tubuh manusia begitu rentan terhadap berbagai ancaman bahaya, penyakit, dan resiko lain yang mengancam jiwa, sehingga bila seorang manusia dapat hidup sampai tua, itu merupakan pertolongan Allah yang luar biasa. 
Bukan karena makanan atau olahraga, bukan karena hal ini atau itu, banyak kali seseorang mengungkapkan penyebab ia bisa sehat dan umur panjang tapi melupakan pertolongan Allah dalam keseluruhan inti hidupnya.

Hari ini biarlah kita menyadari dengan sungguh bahwa hidup kita ini semata hanya oleh karena pertolongan Tuhan Yesus.  Dialah sumber kehidupan dan sumber segala-galanya bagi kita. Tidak seharusnya ada kesombongan dalam hati kita, sebab semuanya hanya karena Tuhan.

Hanya oleh pertolongan Tuhan saja, kita boleh hidup sampai hari ini. Dan untuk seterusnya, Tuhan Yesus akan selalu menolong kita. Haleluya, Amin.

Yang Aku Miliki Hanyalah Kamu

Seorang anak muda pergi meninggalkan rumah dan kedua orangtuanya.
Ia hendak hidup sendiri dan bebas mengikuti keinginan dirinya sendiri. Di luar sana, ia tidak mempunyai pekerjaan dan tempat tinggal.  Selama delapan belas tahun, hidupnya mengembara dari satu kota ke kota lain dan ia memperoleh uang dengan cara mengemis di jalanan.

Suatu kali ia pergi ke kota Pennsylvania dan seperti di kota-kota lainnya yang pernah ia kunjungi, disitu ia memohon belas kasihan orang-orang dengan cara mengemis agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.   Waktu terus berjalan dan sudah satu tahun lamanya ia berada di salah satu kota di Amerika Serikat itu.

Suatu hari, ketika ia sedang mengemis di jalanan, ia menepuk pundak seorang bapak yang sedang berjalan kaki di trototar, sambil memohon: “Tuan, tolonglah saya, berikanlah saya 10 sen.”
Bapak itu menoleh dan memandang kepadanya, dan segera sang pengemis itu menyadari bahwa bapak tersebut adalah ayahnya.
“Papa, apakah papa tidak mengenali saya?”

Bapak itu memandangnya dan sesaat kemudian langsung memeluknya sambil menangis.
“Aku sudah menemukanmu. Papa sudah menemukanmu, Nak!”
“Delapan belas tahun papa mencarimu. Yang aku miliki hanyalah kamu, anakku!”

Selama delapan belas tahun, sang ayah tidak pernah berhenti mencari anaknya yang terhilang, dan selama tahun-tahun pencarian itu, ia telah berhenti dari pekerjaannya dan menghabiskan hartanya hanya untuk mencari anaknya yang dia sayangi.    (Moody Monthly)

Bapa di sorga menantikan saudara untuk kembali kepada-Nya. Bapa sorgawi mengasihi saudara dengan kasih yang tidak terbatas. Di luar Tuhan engkau akan tersesat dan terhilang.  Datanglah kepada Bapa sorgawi yang selalu menunggumu!  Di dalam Yesus Kristus engkau akan mengalami kehidupan yang sejati, keselamatan dan pengampunan dosa serta berkat Ilahi.

Ibrani 3:15b
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Mazmur 66:20
Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.

A Little Sparrow

I am only a little sparrow!
A bird of low degree;
My life is of little value,
But the dear Lord cares for me.

He gave me a coat of feathers,
‘Tis very plain I know;
With never a speck of crimson,
For it was not made for show.

But, it keeps me warm in winter;
It shields me from the rain;
Were it bordered with gold and purple
Perhaps it would make me vain.

I have no barn or storehouse;
I never sow or reap;
God gives me a sparrow’s portion,
But never a seed to keep.

If my meat is sometimes scanty,
Close picking makes it sweet;
I have always enough to keep me,
And “life is more than meat.”

I know there are many sparrows;
All over the world they’re found;
But our heavenly Father knoweth
When one of us falls to the ground.

Though small, we are never forgotten,
Though weak, we are never afraid.
For we know that the dear Lord keepeth
The lives of the creatures He made.

I fly through the thickest forest,
I light on many a spray, –
I have no chart or compass,
But I never lose my way.

– Anonymous –

“Then have no fear; you are of more value than a flock of sparrows.”  (Matthew 10:31)

 

 

Perumpamaan Tentang Talenta

Dalam Matius 25:21 tertulis:
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Perumpamaan tentang talenta merupakan hal yang penting untuk kita cermati sebab akan berdampak kepada kekekalan kita.  Dua akibat yang dihasilkan dalam hal ini adalah: pertama, masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan menerima pahala dari Tuhan, atau kedua, masuk dalam penghukuman kekal di dalam neraka.  Soal menerima akibat yang pertama atau kedua ditentukan oleh bagaimana sikap seseorang dalam memperlakukan talenta yang dipercayakan oleh Tuhan.

Talenta dalam perumpamaan ini berbicara tentang kesetiaan dalam kehidupan dan pelayanan kepada Tuhan dalam mengatur dan menggunakan semua kemampuan, waktu, sumber daya, dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melayani-Nya ketika kita masih di bumi ini. 

Perhatikanlah bahwa hal-hal tersebut yang menunjuk kepada talenta berarti juga semua karunia pelayanan yang diberikan Tuhan kepada kita.  Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang dipercayakan oleh Allah kepada kita dan kita bertanggung jawab untuk mengelolanya sebijaksana mungkin.

Apa yang akan diterima seseorang di masa depan dalam kekekalan ditentukan oleh apa yang dikerjakannya saat di bumi.

Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Sudahkah kita mengerjakan dengan setia apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita? Renungkanlah dan mintalah agar Roh Kudus memberikan saudara pengertian yang lebih dalam.  Mulailah dengan hal-hal yang sederhana, misalnya waktu. Sudahkah saudara memakai waktu dengan bijaksana untuk memuliakan dan melayani Tuhan dalam hidup sehari-hari? Masih ingatkah saudara kepada Tuhan? Atau mungkin saudara terlalu sibuk bekerja sehingga lupa kepada Tuhan. Salah satu indikator yang menandakan bahwa seseorang ingat Tuhan adalah berdoa dan membaca Alkitab.

Marilah kita menjadi pribadi yang bijaksana dan dapat dipercaya dalam mengelola talenta yang dipercayakan Tuhan. Amin.

Perumpamaan Sepuluh Gadis

Bacaan: Matius 25:1-13

Nats: Matius 25:13
“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” 

Matius 25 ayat 1 sampai 13 berisi tentang sebuah perumpamaan dari Tuhan Yesus Kristus mengenai bagaimana seharusnya setiap orang menyikapi kedatangan Tuhan dengan cara berjaga-jaga senantiasa.  Perumpamaan ini mengisahkan sepuluh gadis, yang lima bijaksana, sedangkan yang lima lainnya bodoh.

Kesepuluh gadis bersama-sama sedang menantikan kedatangan mempelai pria, namun ada perbedaan di antara mereka.  Lima gadis yang bijaksana membawa minyak cadangan untuk pelita mereka, sedangkan lima lainnya tidak.  Mereka sama-sama sedang tertidur saat sang mempelai itu datang.  Dan saat terbangun, lima gadis bodoh baru menyadari bahwa minyak mereka sudah akan habis dan pelita mereka akan segera padam.  Lima gadis yang bijaksana tidak mengalami hal tersebut karena mereka sudah menyediakan cadangan minyak bagi diri mereka masing-masing.  Pada akhirnya lima gadis yang bodoh tidak dapat masuk ke dalam pesta pernikahan, sementara itu lima gadis yang bijaksana dapat memasuki pesta perjamuan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita petik dari pelajaran ini:
1. Kita harus selalu bersiap sedia menantikan kedatangan Tuhan Yesus
Lima gadis bodoh tidak memperhitungkan bahwa kedatangan Tuhan akan terjadi pada saat yang tidak terduga, suatu saat yang tidak didahului oleh tanda-tanda khusus.
2.  Pada akhir jaman, sebagian besar gereja tidak akan siap saat Dia datang kembali.  Hal ini dinyatakan dalam perumpamaan dimana lima gadis bijaksana itu tertidur bersama dengan lima gadis bodoh.

Perumpamaan tentang gadis bodoh dan gadis bijaksana itu adalah suatu sentilan Tuhan agar setiap orang menyadari sungguh-sungguh bahwa dalam hidupnya, ia harus selalu mengingat akan Tuhan dan bertindak hati-hati.  Perumpamaan ini juga menekankan pentingnya ketekunan dalam iman dan kesiapan rohani mengingat Dia akan datang pada hari yang tak terduga.

Minyak dalam perumpamaan ini melambangkan iman yang sejati, kebenaran dan kehadiran Roh Kudus yang terus menerus.

Maukah saudara mengikuti jejak lima gadis bijaksana?   Ikutlah teladan dan semangat semacam itu untuk menanti-nantikan Tuhan Yesus Kristus.   Tuhan Yesus memberkati!

Mengucap Syukur

Ada sebuah pepatah berkata: “Aku mengeluh tidak punya sepatu sampai suatu saat aku melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki.”

Ternyata, seringkali apa yang kita keluhkan tidaklah seberapa dibandingkan penderitaan orang lain.  Kita berfokus pada permasalahan diri sendiri sehingga lupa bahwa masih banyak orang lain yang mengalami peristiwa yang lebih berat dari persoalan kita.

Memandang kepada persoalan terus menerus tanpa bersandar kepada firman Tuhan akan membuat kehilangan iman dan pengharapan. Keluhan dan sungut-sungut kita sama sekali tidak mengerjakan sesuatu yang baik tetapi justru meracuni orang-orang di sekitar kita.

Firman Tuhan berkata di dalam 1 Tesalonika 5:18  demikian: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Mulai hari ini berhentilah mengeluh dan mulailah mengucapkan syukur pada Tuhan Yesus Kristus. Maka sukacita dan damai sejahtera Allah akan memenuhi hati dan pikiranmu dan engkau akan menikmati pertolongan-Nya pada waktu yang tepat. Haleluya! Amin.

Apa Yang Kita Keluhkan?

Orang-orang jaman dulu hidup tanpa gula pasir sampai abad ke-13; tanpa batubara hingga abad ke-14; tanpa roti mentega sampai abad ke-15; tanpa kentang hingga abad ke-16; tanpa kopi, teh dan sup sampai abad ke-17; tanpa pudding hingga abad ke-18; tanpa telur, korek api, dan listrik sampai abad ke-19; tanpa makanan kaleng hingga abad ke-20.

Dan di Indonesia, orangtua kita dapat hidup tanpa televisi hingga tahun 1970-an, tanpa telepon rumah hingga tahun 1980-an, tanpa internet hingga tahun 1990-an, tanpa handphone hingga tahun 1998, tanpa smartphone hingga tahun 2006; tanpa bbm, facebook, whatsapp, path, game online dan media sosial lainnya hingga tahun 2010.

Sekarang, apakah yang engkau keluhkan? Masihkah kita tidak bisa bersyukur? Bersyukurlah dalam keadaan apapun juga.

1 Korintus 10:10  berkata:
“Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”

Ketika engkau tidak memiliki apa-apa selain TUHAN, maka engkau akan menyadari bahwa sesungguhnya TUHAN sudah cukup untuk segala keperluanmu.

Marilah mengucap syukur pada Tuhan senantiasa. Haleluya!

Bayi Yang Tidak Kuatir

Sebelum menikah, seorang laki-laki dan perempuan merasa dirinya sebagai “Bos”. Namun ketika seorang bayi lahir dalam rumah tangga mereka, sang bayi lah yang menjadi bos, sebab kapan saja bayi mereka menangis, mereka akan segera berusaha memenuhi apa yang jadi kebutuhannya.

Salah satu gambaran contoh tentang kepemimpinan minoritas adalah seorang bayi dalam rumah tangga.

Dua paragraf di atas adalah kutipan dari tulisan terkenal tentang bayi dan “kepemimpinannya”.

Keduanya menunjukkan bagaimana bayi begitu diperhatikan oleh orangtua sedemikian rupa seolah ia adalah bos dalam rumah. Mengapa? Karena orangtua mengasihi bayi mereka. 

Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang bagaimana meminta kepada Allah Bapa dengan penuh percaya seperti seorang anak kecil yang tidak kuatir. Karena sang anak percaya bahwa Bapanya akan menyediakan apa yang ia perlukan.

Matius 7:9-11 tertulis demikian:
Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Jangan kuatir akan hidupmu, percayalah kepada Bapa Sorgawi yang selalu memelihara hidup saudara. Tuhan Yesus memberkati!

Tanda Mengenal Allah

1 Yohanes 2:3  berkata demikian:
“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.”

Suatu tanda yang mutlak ada pada seseorang yang mengenal Allah adalah ia melakukan perintah-perintah Allah.

Dari buahnyalah seseorang dapat diketahui bagaimana ketaatannya kepada Allah.  Buah perbuatan yang baik akan menunjukkan pada lingkungan sekitarnya bahwa ia adalah seorang yang saleh, yang menuruti perintah Allah.

Orang yang mengaku mengenal Allah namun berkelakuan buruk, tidak akan dapat dipercayai sebagai orang yang mengenal Allah.

Pengenalan akan Allah akan mengubahkan sifat dan karakter kita menjadi ke arah keserupaan dengan Allah. Dua orang sahabat yang sangat dekat akan mempunyai ciri, kesukaan dan kebiasaan yang hampir mirip.  Mengapa? Karena pada mereka masing-masing ada suatu pengenalan akan sahabatnya, mereka saling kenal satu sama lain, dan pengenalan ini mengubahkan mereka.

Terlebih lagi daripada itu, pengenalan akan Allah akan membuat kita mengerti akan keinginan hati Allah bagi kita. Dan hal tersebut membuat kita senantiasa rindu untuk memenuhi keinginan hati-Nya.

Sudahkah anda mengenal Allah? Allah yang transenden itu, yaitu yang begitu jauh,  telah menjadi Allah yang imanen, dekat dengan kita.  Dia memperkenalkan diri-Nya dengan kehadiran-Nya di bumi dalam Yesus Kristus.  Tuhan Yesus berkata jika engkau mengenal Aku, engkau juga mengenal Bapa-Ku. Sebab Aku dan Bapa adalah satu.   Allah Bapa di surga adalah satu dengan Yesus Kristus.

Maukah saudara mengenal Allah lebih dekat? Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan belajarlah mengenal Dia, maka saudara akan mengenal siapa itu Allah yang sebenarnya.

Tuhan Yesus memberkati saudara dimanapun saudara berada! Haleluya!

Bagaimana Caranya Darah Yesus Membersihkan Dosa?

Seorang pengkotbah sedang menyampaikan Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, “Darah Yesus Kristus membersihkan kita dari semua dosa.” Tiba-tiba seorang atheis menginterupsi khotbahnya dengan bertanya, “Bagaimana caranya darah membersihkan dosa?”

Untuk sementara waktu, pengkhotbah itu terdiam sejenak. Kemudian, ia bertanya kepada orang atheis itu, “Bagaimana caranya air menghilangkan haus?”

“Aku tidak tahu,  tapi aku tahu bahwa air dapat menghilangkan rasa haus”, jawab orang yang tidak percaya itu.

Sang pengkhotbah kemudian berkata, “Saya juga tidak tahu bagaimana caranya darah Yesus membersihkan dosa, tetapi yang saya tahu adalah Darah Yesus benar-benar membersihkan kita dari semua dosa kita.”

1 Yohanes 1:7  berkata: 
“Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”

Amin.