Bekerjasama Dengan Allah

Nats Alkitab: 
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,… (Matius 2:13-14)

Ayat Alkitab di atas menceritakan kisah dimana Yusuf disuruh oleh Tuhan untuk lari ke Mesir dengan membawa Maria istrinya dan Yesus, Anak yang dilahirkan Maria.  Tak lama setelah itu, terjadi pembunuhan anak-anak yang berumur 2 tahun ke bawah.
Dengan pergi ke Mesir, bayi Yesus luput dari pembunuhan massal terhadap bayi-bayi di Betlehem.

Kisah ini menarik untuk kita renungkan, karena ada makna yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita setiap hari. Melihat kenyataan bahwa Yusuf dan keluarganya lari ke Mesir, menunjukkan adanya kerjasama antara Yusuf dengan Allah.  Yusuf menaati perintah Allah dengan pergi ke Mesir.

Pikiran kita bertanya-tanya, mengapa Allah tidak melindungi Yusuf, Maria dan Yesus sehingga mereka tidak perlu ke Mesir? Atau mengapa Allah tidak melakukan suatu mujizat sehingga dengan tiba-tiba Yusuf, Maria dan Yesus langsung berpindah ke Mesir? Atau mengapa Tuhan tidak mencegah Herodes melakukan pembunuhan? Mengapa Tuhan tidak menyingkirkan Herodes? Bukankah Allah maha kuasa dan dapat melakukan segala sesuatu?

Ya benar, Allah itu maha kuasa, dan tak ada yang mustahil bagi Dia.  Namun, Allah seringkali meminta agar kita melakukan bagian yang menjadi tanggung jawab kita. Melakukan bagian kita yang dikehendaki Allah merupakan manifestasi dan bukti ketaatan kita kepada seluruh kehendak Allah.

Adakalanya dalam hidup ini, kita menerima mujizat dan pertolongan dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu. Tapi kadangkala kita juga diharuskan untuk melakukan sesuatu yang disuruh Tuhan.  Jika demikian, maka kita harus mengerjakan apa yang Tuhan mau kita lakukan.

Ada yang mengeluh karena banyaknya piring kotor di tempat cucian dapur. Piring itu akan bersih bila kita bertindak mencucinya, tidak usah menunggu mujizat Allah lalu tiba-tiba piring bersih semuanya. Kita punya bagian yang harus kita kerjakan.

Ada orang yang mengeluh tidak punya pekerjaan. Ia mau bekerja tapi tidak membuat lamaran kerja, sehingga tidak mengirimkan lamarannya ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.
Ada orang yang mengeluh tidak punya pasangan hidup.  Ia ingin menikah tapi tidak berupaya mencari orang yang akan menjadi pasangan hidupnya.  Banyak contoh dalam Alkitab dimana seseorang harus melakukan bagian yang ditentukan baginya. Seringkali, jawaban Tuhan akan kita raih di saat kita bertindak.

Apa yang menjadi perintah Tuhan akhir-akhir ini bagimu? Mungkin saudara tidak tahu alasannya mengapa Tuhan menyuruh melakukan ini atau itu. Tapi, biarlah kita menjadi seperti Yusuf yang mau mentaati semua perintah Tuhan.

Tuhan tetap ajaib dan kuasa-Nya tidak berkurang meskipun ada keterlibatan kita dalam mewujudkan rencana Allah itu. Allah mau mengajar kita untuk belajar melangkah dalam iman yang semakin kuat di dalam Dia. Bekerjasamalah dengan Allah, hiduplah dalam ketaatan penuh kepada-Nya. Amin.

 

 

Pilihlah Kehidupan

Nats Alkitab:
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, (Ulangan 30:19)

Adam dan Hawa diberikan kebebasan untuk memilih tapi mereka memilih kematian.  Dalam taman Eden ada dua pohon yang secara spesifik disebutkan namanya, yaitu pertama, pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan kedua adalah pohon kehidupan.  Buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat membawa kematian, sedangkan buah dari pohon kehidupan membawa kehidupan kekal. Tapi anehnya Adam dan Hawa tidak mengambil dan memakan buah dari pohon kehidupan melainkan buah dari pohon yang membawa kematian.

Kepada kita yang hidup sekarang ini, juga diberikan pilihan oleh Tuhan. Ada dua macam pilihan yang dapat kita pilih, yaitu kehidupan atau kematian. Kehidupan akan membawa berkat, kematian akan membawa kutuk.
Nats Alkitab diatas berbicara tentang pilihan-pilihan itu, dan Allah menghendaki agar kita memilih kehidupan.

Memilih kehidupan berarti dua hal, yang pertama adalah memilih untuk percaya Yesus Kristus, Sang Kehidupan itu, sebab Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6).
Yang kedua adalah memilih untuk melakukan semua kehendak Allah, yaitu hidup dalam buah-buah pertobatan. Dalam Galatia 5 tertulis 9 buah-buah Roh yang membawa kehidupan yaitu sifat dan sikap yang harus kita miliki sebagai orang beriman kepada Yesus Kristus. Berlawanan dengan itu, dalam ayat 19-21 ada juga tertulis mengenai buah-buah perbuatan daging yang akan membawa kepada kematian kekal.

Hari ini, kita kembali diingatkan bahwa kepada kita diberikan pilihan kehidupan dan kematian. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu. Haleluya.

Tuhan Tidak Pernah Melupakan

Nats Alkitab:
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.  (Yesaya 49:15)

Seekor kucing dewasa menyeberang jalan sambil membawa seekor kucing lain yang lebih kecil ukurannya dengan menggunakan gigi mulutnya.
Rupanya kucing dewasa itu adalah induk atau ibu dari kucing yang lebih kecil yang sedang dibawa. Sang induk membawa anaknya ke tempat yang dirasanya aman. Dan setelah itu ia pergi lagi mengambil anak-anaknya yang lain yang sedang berada di tempat berbeda agar berkumpul di satu tempat yang sama yang lebih aman.

Melihat tindakan kucing itu terhadap anak-anaknya, saya dapat menyimpulkan betapa kasihnya sang induk kucing terhadap anak-anaknya. Suatu nilai moral yang sangat berharga yang dapat kita pelajari dari seekor kucing.

Manusia yang diberikan kelebihan oleh Tuhan dibandingkan hewan-hewan lainnya terkadang malah tidak dapat menyayangi anak-anaknya.  Ada orangtua yang tega menjual anaknya. Ada ibu yang tega membuang bayinya sampai mati. Bahkan di Korea Selatan, ada orangtua yang tega tidak memberi makan anaknya yang masih balita karena keasyikan bermain game online.

Di panti-panti asuhan, banyak anak-anak yang sering mempertanyakan mengapa mereka dibuang oleh orangtua mereka.  Ada banyak pula yang ingin tahu siapa orangtua mereka. Ketiadaan kasih sayang orangtua menyebabkan anak-anak ini kurang percaya diri dan berada dalam kebingungan serta kebimbangan.

Namun, kabar baik datang dari Tuhan sang pencipta alam semesta dan semua isinya. Ia berkata dalam nats Alkitab di atas:
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Suatu pernyataan yang mengandung kepastian bahwa Allah tidak pernah melupakan kita. Tuhan mengingat kita dan tidak meninggalkan kita sendirian. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa dari Tuhan. Saudara tidak pernah sendiri sebab ada Tuhan yang Immanuel yang selalu beserta kita.

Metanoeo

Nats Alkitab:
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2)

Kata bertobat dalam ayat ini dalam bahasa aslinya berasal dari bahasa Yunani yaitu “Metanoeo”, yang arti dasarnya adalah “berbalik”.
Maksud dari kata metanoeo atau berbalik ini adalah berbalik dari cara hidup yang jahat kepada jalan hidup yang dikenan oleh Tuhan.

Keputusan untuk berbalik dari dosa dan mempercayai Yesus Kristus merupakan keputusan yang mencakup dua hal penting dan utama.  Apakah itu?  Yang pertama adalah keputusan untuk mempercayai dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat yang telah menebus kita dari dosa.  Kita percaya bahwa Yesuslah sang Mesias yakni juruselamat yang telah dinanti-nantikan itu, Ia lah jalan penebusan dan pendamaian bagi kita dengan Allah Bapa sorgawi.

Hal yang kedua adalah menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidup kita.  Yang pertama dan kedua merupakan hal yang sangat penting agar kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Hal yang pertama menyangkut iman akan penebusan Kristus di atas salib.  Hal yang kedua menyangkut tindakan hidup sehari-hari yang tunduk kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan atas hidup kita. Sebagai Tuhan berarti Dia adalah yang utama dan yang harus kita taati dalam hidup ini.

Banyak orang yang hanya sampai di hal pertama, yakni percaya kepada Yesus sebagai juruselamat, namun lupa untuk melangkah dalam hal yang kedua yaitu hidup sesuai dengan kebenaran dan kehendak Allah.   Percaya Yesus berarti juga meninggalkan dosa.  Orang yang mengaku percaya kepada Yesus namun masih hidup dalam dosa termasuk orang-orang yang masih berada dalam tahap pertama, yaitu “sekedar mempercayai Yesus.”

Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.  Tuhan menghendaki agar kita beriman yang disertai dengan perbuatan. Maka Tuhan Yesus berulangkali menyatakan pentingnya “buah-buah yang baik” dalam kehidupan kita, yaitu buah-buah Roh Kudus.  Iman yang menyertakan pertobatan adalah syarat untuk memperoleh keselamatan. Bukan hanya sekedar di mulut mengaku Yesus sebagai juruselamat, namun langkah penting selanjutnya adalah kita hidup dalam pertobatan, dimana kita menempatkan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek kehidupan kita.

Amarah Membawa Maut

Nats Alkitab:
“….Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Galatia 5:21)

Apa sebenarnya pengertian atau definisi tentang amarah? Kita harus benar-benar mengerti bagaimana amarah yang dimaksudkan oleh firman Tuhan, sebab hal ini penting dan berakibat pada masuk tidaknya kita ke dalam kerajaan sorga.

Amarah adalah kemarahan yang dilandaskan pada kebencian mendalam dan dendam serta bertujuan untuk merusak, menghancurkan bahkan mematikan orang lain.  Itu sebabnya amarah termasuk dalam kategori perbuatan daging yang konsekuensinya adalah penghukuman kekal di neraka.

Amarah akan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri, orang lain dan menggagalkan kita untuk menerima kehidupan kekal.

Kejadian 4:5-8 menceritakan Kain yang panas hati atau penuh amarah kepada adiknya sendiri, Habel. Akibatnya, ia membunuh adiknya sendiri. Amarahnya telah membawa maut bagi adiknya dan ia terpisah dari persekutuan dengan Allah, hatinya tidak tenang dan ia menjadi seorang pengembara.

Apakah marah dibolehkan? Marah yang dibolehkan adalah kemarahan yang dilandaskan kasih yang bertujuan untuk kehidupan dan kebaikan orang lain.  Marah yang diperbolehkan adalah kemarahan terhadap ketidakadilan, ketidakkudusan dan ketidakbenaran.  Kita harus membenci dosa dan tidak kompromi dengan dosa, tetapi kita harus mengasihi orang berdosa sebagaimana Yesus sendiri datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang yakni orang-orang yang hidup dalam dosa. Tuhan Yesus mengajar kita untuk selalu bersabar dan mengampuni. Pembalasan adalah haknya Tuhan.

Setiap orang yang percaya Yesus, harus merelakan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. Salah satu ciri orang yang berjalan dalam pimpinan Roh Kudus adalah sabar.  Sabar disini berarti kemampuan untuk menahan emosi, bersikap tenang dan memohon hikmat Allah dalam memgambil keputusan berdasarkan kasih Kristus.

Mari kita mengambil sikap untuk sabar dan tidak memiliki sifat amarah karena itu tidak berkenan kepada Tuhan.

Lambat Untuk Marah

AngerNats Alkitab:
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19)

Dalam suatu perjalanan menuju sebuah gereja dimana saya akan menyampaikan khotbah tentang emosi negatif, saya melihat seorang bapak yang mengendarai motor bersama anaknya tepat di depan kendaraan saya. Bapak ini memakai kaos warna putih dengan tulisan yang dapat mengundang respon negatif.

Tulisan di kaosnya berisi hinaan kepada pendukung tim sepakbola yang bermarkas di Jakarta. Hinaan itu cukup ‘luarbiasa’, menyamakan pendukung tim itu dengan anjing, monyet, babi dan tempat sampah. Tidak heran pendukung kedua tim sepakbola ini seringkali tawuran bahkan rusuh dalam setiap pertemuan pertandingan akibat saling hina, saling memaki dan membenci satu sama lain, padahal masalahnya hanya sepele yaitu urusan sepakbola.

Jika kita mengalami hinaan dari orang lain bagaimanakah respon kita? Apakah kita marah dan membalas? Marah memang reaksi yang spontan dan wajar, namun bagi setiap orang yang hidup di dalam Kristus, respon kita haruslah berbeda. Tuhan Yesus berkata agar kita membalas kejahatan dengan kebaikan, mendoakan orang yang menganiaya kita dan memberkati orang yang mengutuk kita.

Nats Alkitab di atas berbicara tentang bagaimana seharusnya kita meresponi sesuatu. Hendaklah kita lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah. Artinya adalah bahwa kita harus menahan emosi kita.

Salah satu buah Roh adalah kesabaran, dan lawan dari kesabaran adalah amarah (Galatia 5:19-21). Amarah kita tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak. 1:20). Dengan kata lain, amarah merupakan dosa.

Apakah saudara mengalami hinaan, ejekan, fitnah, atau aniaya? Sabarlah dan bersedialah untuk mengampuni sebagaimana Kristus telah memberikan teladan kasih, kesabaran dan pengampunan.

Otak Semut Mahakarya Allah

Leaf-cutter ant - Acromyrmex octospinosusSekarang ini ukuran perangkat penyimpanan data seperti harddisk, memiliki ukuran yang semakin kecil.  Flashdisk pun demikian, dulu ukurannya cukup besar dengan kapasitas penyimpanan yang kecil, tapi sekarang kebalikannya, ukurannya makin kecil dengan kapasitas yang semakin besar.

Membuat chip penyimpanan yang ukurannya mikro merupakan perkara yang sulit.  Perlu puluhan tahun baru manusia dapat membuat chip yang ukurannya kecil dengan kapasitas penyimpanan besar. Dan biaya pembuatan serta research teknologi ini sangatlah mahal sebelum tercipta sebuah microchip.

Namun, dibandingkan microchip buatan manusia, Allah telah membuat suatu “chip” yang ukurannya sangat kecil bahkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan microchip yang ada saat ini.  “Chip” yang dimaksudkan itu adalah otak seekor semut, dan lebih dari sekedar chip, di dalamnya terdapat juga processor atau cpu.  Perhatikanlah ukuran kepala dari seekor semut yang kecil, dan bayangkanlah di dalam kepala semut yang kecil itu terdapat otak dengan ukuran yang pastinya lebih kecil lagi dari ukuran kepalanya.  Menurut para ahli, kekuatan dan kemampuan pengolahan data otak semut sebanding dengan komputer Macintosh II. Wow, sungguh sesuatu yang luar biasa.

Dalam Alkitab terdapat firman Tuhan yang berbicara tentang semut.  Seperti dalam Amsal 6:6 yang tertulis: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.”  Demikian pula dalam Amsal 30:25 yang berkata: “semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,…”

Dibandingkan dengan otak semut yang kecil, manusia memiliki otak yang jauh lebih besar.  Ukuran dan kapasitas otak manusia yang besar memberikan kekuatan dan kemampuan berpikir yang jauh lebih besar pula dibandingkan semut.  Bila kemampuan otak semut sebanding dengan Macintosh II, maka otak manusia akan mempunyai kekuatan yang sebanding dengan komputer super canggih.

Tapi, apa yang terjadi? Masih banyak orang yang tidak menggunakan otaknya.  Otak tidak dipakai untuk berpikir tetapi dibiarkan begitu saja.  Akibatnya tidak ada sesuatu yang dikerjakan dan dihasilkan dalam kehidupan ini.  Otak yang tidak dipakai berarti orang itu malas untuk berpikir, bekerja dan berkreasi.  Andai saja otak ini dipakai dengan maksimal maka kita akan jauh melebihi semut.

Jika semut saja bisa begitu rajin, meskipun tubuhnya tidak kuat dibandingkan dengan makhluk lainnya, tapi semut menyediakan makanannya di musim panas untuk keperluan di musim dingin.  Cobalah letakkan remah-remah roti di lantai, tidak lama kemudian akan nampak kerumunan beberapa ekor semut yang mengambil remah-remah itu.

Mari, jangan berputus asa dan malas, tetapi biarlah kita terus memakai otak kita untuk berkarya.  Bila otak semut adalah mahakarya Allah, maka lebih lebih lagi otak kita yang luar biasa ini.  Mintalah hikmat Tuhan agar pikiran dibukakan, pengetahuan Dia berikan dan hal-hal yang tersembunyi disingkapkan oleh-Nya.

Kesaksian Jim Caviezel Aktor “Passion of Christ”

Jim Caviezel memberikan kesaksian mengenai perannya dalam film “Passion of The Christ” di “Rock Church” AS. Ternyata, pembuatan film ini serta perannya mengalami berbagai tantangan dan pergumulan, namun dalam semuanya itu Jim merasakan benar-benar bagaimana Yesus menderita bagi umat manusia, ketika Ia disiksa, memikul salib dan mati bagi manusia.
Sebagai orang Kristen, kita harus memikul salib-Nya dan mengikut Dia.  Jangan hidup secara duniawi, tapi hiduplah sesuai dengan kehendak Bapa.  Ia mau agar kita hidup benar dan kudus.
Saksikan kesaksian Jim Caviezel, yang begitu bermakna bagi kehidupan rohani kita.

Perjanjian Yang Baru

perjanjianbaru1Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir.  Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikianlah firman Tuhan. (Ibrani 8:8)

Suatu kali, saya dimintai tolong  untuk mengetikkan sebuah dokumen perjanjian sewa-menyewa rumah.  Dokumen perjanjian tersebut terdiri dari beberapa halaman dan di dalamnya terdapat pasal-pasal yang berisi aturan-aturan sewa menyewa antara pihak pemilik dan pihak yang menyewa.  Aturan-aturan tersebut misalnya adalah “pihak kedua (yang menyewa) menyewa bangunan rumah untuk jangka waktu selama dua tahun dan selama jangka waktu tersebut, bangunan yang disewa tidak dapat disewakan oleh pihak kedua kepada pihak lain.”

Dari semua pasal yang ada dalam dokumen itu, ada satu pasal yang menarik untuk dibagikan disini, yakni pasal yang berbunyi: “Apabila pihak kedua (yang menyewa bangunan) melakukan pelanggaran atas aturan pasal-pasal perjanjian ini, maka perjanjian sewa menyewa ini menjadi batal dan oleh karena itu, pihak kedua harus segera keluar dari bangunan rumah tersebut selambat-lambatnya 2×24 jam tanpa memperoleh pengembalian biaya sewa atau kompensasi berupa apapun.”

Perhatikan kata-kata yang digaris miring, dimana jelas bahwa perjanjian tersebut batal apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan atau perjanjian tersebut.  Perjanjian menjadi batal oleh karena pelanggaran.

Demikian pula halnya Perjanjian Lama, yaitu perjanjian antara Allah dengan orang-orang Israel, telah menjadi batal karena Israel telah melakukan pelanggaran atas perjanjian itu. Mereka dituntun keluar dari Mesir dan di padang gurun, mereka menerima perjanjian dari Allah, agar hidup benar sesuai kehendak dan perintah Allah.  Tetapi aturan perjanjian itu berkali-kali dilanggar oleh kaum Israel. Dengan demikian, Perjanjian tersebut menjadi batal.

Namun, Allah tidak membiarkan manusia hidup dalam permusuhan dengan-Nya.  Ia menyampaikan kehendak-Nya melalu nabi Yeremia, bahwa Ia akan membuat suatu perjanjian yang baru (Yer. 31:31).  Apakah Perjanjian Baru itu? ialah Perjanjian Kasih Karunia yang dimeteraikan dengan darah Yesus Kristus.  Kita semua yang hidup sekarang ini ada di bawah hukum Perjanjian Baru yang dibuat Allah, yakni hukum kasih karunia, oleh pengorbanan Yesus Kristus di atas salib.  Mari kita bersyukur atas inisiatif dan anugerah Allah.  Pelanggaran dan dosa kita dihapuskan-Nya dan kita diberikan anugerah hidup baru dan keselamatan di dalam Dia.