Back To The Bible

PernahkahImage anda bingung dengan pengajaran rohani yang anda dengarkan? Mungkin pernah mungkin tidak.  Ada dua hal bagi yang tidak pernah, pertama tidak pernah bingung karena sudah memegang prinsip dengan kokoh, atau kedua, tidak pernah bingung karena memang tidak tahu mana yang benar.

Pengajaran dari siapapun, perlu kita dengarkan dengan seksama, tapi jangan langsung kita terima karena semuanya haruslah sesuai dengan apa yang firman Tuhan katakan, yang terdapat dalam Alkitab.

Kembali ke Alkitab, itulah yang terpenting.  Alkitab menjadi patokan dan standard untuk menilai apakah pengajaran seseorang itu benar atau tidak.  Oleh karena itu, agar kita tidak disesatkan, maka kita harus rajin membaca Alkitab, merenungkan firman Tuhan dan berdoa minta Roh Kudus memberikan pengertian yang benar.

Saya percaya bila kita sungguh-sungguh mengerti firman Tuhan dan melakukan firman itu, maka hidup kita pasti akan diberkati, penuh damai sejahtera dan sukacita. Amin, Haleluya. Tuhan Yesus memberkati!

Rutinitas Untuk Kekekalan

ImageSewaktu saya pulang ke daerah pemukiman tempat tinggal dulu, saya memperhatikan orang-orang yang berjualan lewat di depan rumah, yang mangkal di pinggir jalan, yang jualan di tokonya, dan berbagai aktivitas lainnya.  Mereka adalah orang-orang yang sama dengan bertahun-tahun lalu, mengerjakan hal yang sama, dan melakukan rutinitas yang sama. Ada hal sederhana dari apa yang saya perhatikan, yaitu bahwa setiap orang punya rutinitasnya masing-masing, dan mereka setia dengan hal itu.

Perlu kita pertanyakan pada diri kita sendiri berkaitan dengan rutinitas harian kita:

  1. Apa yang menjadi rutinitas kita setiap hari?
  2. Apakah rutinitas itu ada artinya atau tidak berarti?
  3. Apakah rutinitas itu sesuai dengan kehendak Allah?
  4. Apakah rutinitas itu membawa anda kepada masa depan yang baik?
  5. Apakah rutinitas itu membawa berkat untuk keluarga dan orang lain?
  6. Apakah rutinitas itu memberikan kebahagiaan?
  7. Apakah rutinitas itu membuatmu kehabisan waktu dan menjadi tidak peduli dengan sekitar?

Rutinitas apapun yang kita kerjakan, haruslah sesuai dengan kehendak Allah dan panggilan-Nya bagi kita.  Rasul Paulus berkata : ”Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” 1 Timotius 4:7b-8.

Ibadah merupakan rutinitas yang membawa kepada kekekalan.  Apakah ibadah itu hanya seminggu sekali? Tidak.  Ibadah itu setiap hari.  Karena ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.  Artinya, hidup kita setiap hari haruslah menyenangkan Tuhan, yaitu sesuai dengan kehendak firman-Nya.  Hidup dalam Roh, bukan dalam kedagingan dan hawa nafsu duniawi.
Dimanapun kita berada, dalam pekerjaan di kantor, di sekolah, kampus di jalan, dalam perjalanan, sedang liburan dan apa saja, biarlah hati dan pikiran kita selalu tertuju kepada Tuhan Yesus, dengan demikian kita akan selalu melakukan apa yang jadi kehendak Tuhan.  Hidup yang bahagia adalah hidup di dalam Tuhan. God bless you!

Jiwa-jiwa Di Rumah Sakit Jiwa

Hari ini ada pelayanan besuk di salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta. Bersama seorang jemaat dan keluarga pergi menuju kesana namun terlebih dulu kami berdoa agar Roh Kudus mendahului dan melawat orang yang akan kami besuk, juga agar kami dilindungi oleh Tuhan dari segala kuasa jahat.

Ada hal luar biasa yang terjadi karena ternyata disana saya kaget dengan antusias para pasien yang tinggal satu ruangan dengan yang kami besuk.  Mereka malah minta untuk bergabung mendengar firman Tuhan dan minta didoakan, bahkan ada seorang dari ruangan lain juga turut bergabung.

Dua orang pasien yang ikut mendengarkan firman Tuhan ternyata masih belum percaya Tuhan Yesus, namun sungguh luar biasa karya Roh Kudus, karena saat berbicara tentang firman Tuhan, dan diajak untuk menerima dan percaya Tuhan Yesus, mereka mau percaya.

Akhirnya kami mendoakan satu persatu dari mereka, dan kedua orang tersebut juga mengikuti doa pengakuan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat mereka.  Hati saya sungguh bersukacita karena ada dua orang yang tanpa disangka oleh pikiran saya, ternyata dijamah oleh Roh Kudus dengan luar biasa.

Alkitab berkata bahwa seisi surga bersorak sorai ketika ada satu orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.  Mungkin orang lain bilang jiwa mereka terganggu, namun saat berbicara dengan kami, mereka dengan kesadaran penuh mau dengan rela bertobat minta ampun dari dosa, dan mengaku percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat mereka.  Mereka juga adalah jiwa-jiwa yang butuh keselamatan.

Tuhan sanggup memulihkan dan menyembuhkan jiwa-jiwa yang tertekan dan yang terbelenggu dibebaskan-Nya. Kuasa Tuhan Yesus tidak terbatas dan sanggup melakukan segala perkara.  Kuasa-Nya itu juga sanggup bekerja memulihkan orang-orang yang “sakit jiwa”.

Masalah hidup yang berat seringkali menyebabkan orang menjadi depresi dan bila tidak ditanggulangi dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan, maka depresi ini akan menyebabkan kelainan jiwa.  Maka dari itu kita harus dekat selalu dengan Tuhan yang sanggup menolong, karena dalam Mazmur 62:2 dikatakan : “hanya dekat Allah saja aku tenang,..”  Jiwa kita tidak akan mendapatkan ketenangan diluar Tuhan.  Karena itu carilah Tuhan, baca firman Tuhan, dan hidup dalam firman kebenaran itu, bukan hanya jadi pendengar tetapi pelaku.

Dendam dan akar pahit yang dalam, kekerasan hati serta pemberontakan, okultisme dan kesombongan, merupakan beberapa akar masalah kejiwaan dari orang-orang yang kami besuk. Kami berdoa agar kuasa Tuhan Yesus melepaskan mereka dari semua akar-akar masalah dalam jiwa mereka itu.  Oleh karena itu, kita pun harus membuang jauh-jauh semua sikap dan sifat seperti itu, termasuk kekuatiran akan hidup ini. Kuatir itu berarti tidak ada iman. Sebab kuatir bertentangan dengan iman.  Tanpa iman tidak ada seorang pun yang berkenan pada Allah.  Tapi jangan mencobai Tuhan dengan mengambil keputusan sembrono menuruti emosi dengan alasan beriman, padahal sedang melakukan “gambling”.  Tunggu waktu Tuhan, dan nantikan Dia bertindak, maka kita akan terhindar dari stress dan depresi.

Setelah besuk, kami pulang dengan penuh sukacita karena penyertaan Tuhan dalam pelayanan kami hari ini. Kita semua adalah hamba Tuhan yang harus mengerjakan bagian kita, marilah kita melayani dimanapun kita berada, dan percayalah bahwa Tuhan Yesus ada menyertai kita senantiasa.

Menjadi Mempelai Tuhan Yesus

“…supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan  cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.” Efesus 5:27

Perkawinan antara jemaat dengan Kristus sang Raja disebutkan dalam surat Wahyu, akan terjadi pada saat Tuhan Yesus menjemput umat-Nya di akhir jaman. Ini adalah perkawinan yang tidak sama dengan pengertian perkawinan yang ada di dunia sekarang ini. Tuhan Yesus jelas menyebutkan bahwa di sorga tidak ada kawin mawin secara jasmani. Ini merupakan suatu konsep Allah yang harus kita mengerti dengan benar.

Oleh karena perkawinan ini sifatnya bukan jasmani, maka yang utama adalah bukan persiapan-persiapan secara jasmani melainkan persiapan rohani. Sebab jasmani kita bukan semakin cantik atau gagah, tetapi semakin kisut dan merosot. Maka, dalam 2 Korintus 4:16 kita mengerti bahwa bukan lahiriah kita yang utama, melainkan yang batiniah, sebab yang lahiriah itu merosot tetapi yang batiniah dibaharui dari sehari ke sehari.

Jadi, jemaat sebagai mempelai Kristus harus sungguh-sungguh mempersiapkan batiniahnya agar semakin sempurna. Memang, saat kita hidup sekarang ini, kita hidup di dalam tubuh daging, sehingga tubuh daging ini pun harus ditaklukkan kepada kehendak Roh Kudus. Jadi, meskipun batiniah kita yang dibaharui, tetapi lahiriah kita, yaitu tubuh ini tidak boleh diserahkan kepada perbuatan dosa, melainkan ditundukkan pada kuasa dan kehendak Roh Kudus.

Surat Efesus pasal 5 ayat 22 sampai 33 menjelaskan tentang hubungan antara suami dan isteri yang harus dilandasi oleh kasih dan penundukan diri. Namun, hal ini juga dihubungkan dengan hubungan antara Kristus dengan jemaat. Jemaat adalah mempelai Kristus sehingga jemaat harus tunduk dan taat kepada Tuhan Yesus. Sementara itu, Kristus adalah kepala jemaat yang mengasihi dengan kasih yang tak terbatas.

Kehendak Tuhan Yesus bagi mempelainya yaitu kita, jemaat-Nya, adalah agar kita hidup kudus dan tidak bercela di hadapan-Nya. Penundukan total kepada kehendak Tuhan merupakan syarat mutlak menjadi mempelai Kristus. Kasih Kristus tidak dapat dipungkiri, sudah pasti selalu tersedia dalam jumlah yang tak terbatas dan kekal.

Marilah kita tunduk dan taat kepada Kristus, karena dengan demikian hidup kita menjadi kudus dan berkenan kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, amin!

Tornado Oklahoma, Tanda-Tanda Jaman Yang Harus Diperhatikan

     Oklahoma tornadoBaru-baru ini terjadi Badai Tornado luar biasa yang jarang sekali terjadi, di Oklahoma, Amerika Serikat.  Meskipun sudah diprediksi dan diperingatkan oleh badan meteorologi disana, tetap masih saja ada yang menjadi korban jiwa, dan kerusakan yang terjadi sangat parah.   Diameter badai tornado ini begitu besar mencapai hitungan kilometer.  Peristiwa ini membuat kita bertanya apa yang sedang terjadi?

Amerika Serikat adalah negara yang memberikan banyak kebebasan kepada warga negaranya.  Sehingga, dalam hal moral terjadi degradasi atau penurunan, namun bukan semata salah dari negara, tetapi merupakan kesalahan para pemimpin dimulai dari keluarga sebagai institusi terkecil.

Bencana alam bisa merupakan tanda penghukuman, teguran atau pendisiplinan supaya umat manusia kembali mendekat kepada Tuhan, Pencipta segalanya.  Namun, bencana alam juga dapat menjadi tanda-tanda yang menunjukkan bahwa akhir jaman sudah begitu dekat.  Akan ada banyak tanda-tanda yang terjadi pada saat akhir jaman, dan salah satunya ialah bencana alam yang skalanya dahsyat.

Matius 24:44 berkata: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”  Inilah yang menjadi respon kita dalam menyikapi apa yang terjadi di dunia ini, siap sedia, siap sedia dan siap sedia.

Kita bisa memprediksi bilamana hujan deras akan turun dengan melihat awan yang sangat mendung dan gelap.  Ketika ada pelangi maka langit akan cerah.  Di negara dengan empat musim, daun-daun yang berguguran menandakan musim gugur akan segera dimulai, dan mekarnya bunga-bunga menandai awal musim semi.  Setiap peristiwa yang terjadi diawali dengan gejala atau tanda-tanda.

Begitu juga dengan akhir jaman, ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa akhir dunia akan segera tiba. Alkitab memberitahukan adanya berbagai peristiwa dan malapetaka yang terjadi sebelum kedatangan Tuhan.  Perang dunia, bencana alam yang luar biasa, berbagai penyakit yang baru muncul, dan kemajuan teknologi yang pesat yang menjadi salah satu penyokong yang akan mewarnai akhir jaman, merupakan tanda-tanda yang bisa kita lihat sebagai awal dari akhir jaman sebagaimana dikatakan Alkitab.

Dulu orang tidak mengerti bagaimana caranya seluruh dunia akan tahu dan melihat bahwa Tuhan Yesus turun dari sorga saat Ia datang kedua kali.  Tapi sekarang, dengan kemajuan teknologi di bidang informasi seperti pertelevisian dan internet, semua orang bisa segera tahu ada peristiwa apa di tempat tertentu.  Sewaktu tsunami Jepang belum menghantam daratan, televisi disana sudah menyiarkan gelombang-gelombang yang sedang datang.   Saatnya akan tiba, ketika Tuhan Yesus turun dari sorga, orang-orang dapat melihatnya di TV, Handphone atau Internet.

Kita sekarang bisa mengerti mengapa berkuasanya antikris di akhir jaman dapat menyebabkan orang-orang bisa dan tidak berjual beli, khususnya yang tidak menerima ’tanda’ di dahi dan tangan kanan mereka,  semuanya karena kemajuan teknologi online yang membuat semua orang dapat terhubung dengan satu server data.  KTP Elektronik dan segala sesuatu yang serba elektronik yang menampung data digital dan aksesnya yang mudah disertai kemampuan dan fasilitas yang semakin besar dan cakupannya luas,  merupakan salah satu tanda bahwa semuanya itu akan dimungkinkan.

Ketika Nuh disuruh membuat Bahtera, kehidupan manusia saat itu begitu bobrok, dosa merajalela, kenajisan menjadi kebiasaan, orang-orang hidup semaunya sendiri, dan tidak takut akan Tuhan.  Dalam Lukas 17:26 tertulis: ”Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.”  Orang-orang kawin mawin dan pesta pora.  Di negara-negara maju, perkawinan sejenis dilegalkan. Di negara-negara yang fanatik agama lain, kawin mawin juga marak dengan kedok agama. Di indonesia pun, dosa seksual meningkat.

Israel menjadi salah satu barometer tanda jaman. Alkitab menyebutkannya sebagai salah satu tanda yang harus kita perhatikan. Hampir 2000 tahun negara Israel hilang dari peta, namun muncul kembali di tahun 1948, nubuatan para nabi jaman dahulu digenapi.

Sudahkah saudara siap menghadapi hari Tuhan yang dahsyat itu? Hiduplah kudus, Hiduplah dalam kebenaran, Takutlah akan Tuhan !   Percayalah kepada Tuhan Yesus dan hiduplah dalam pertobatan.     Kasihi Tuhan dan sesama dengan lebih sungguh.

Tuhan Beserta Kita, Oleh Karena itu Jangan Takut!

Image

Yosua 1:9 berisi firman Tuhan untuk Yosua yakni: “Bukankah telah kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi.”

Menjelang masuknya bangsa Israel ke tanah perjanjian, Tuhan kembali menguatkan hati Yosua agar tetap teguh dan tidak gentar dengan apa yang akan dihadapinya.  Sebab Allah mengerti bahwa perasaan takut itu bisa muncul dalam hati Yosua, apalagi ketika melihat banyaknya musuh yang harus mereka hadapi dan luasnya tanah perjanjian yang harus mereka kuasai.  Melihat kepada kapasitas jumlah mereka yang kecil maka dengan hitung-hitungan angka, tidak akan masuk akal mereka dapat masuk dan merebut tanah yang dijanjikan Tuhan itu.  Namun, inilah yang harus dimiliki oleh Yosua, yaitu hati yang teguh kuat di hadapan Tuhan, sebab ia harus menjalani semuanya itu bukan dengan mata jasmani tetapi dengan mata iman.

Kita tahu dari pembacaan ayat-ayat selanjutnya bahwa Yosua meraih kemenangan yang dijanjikan oleh Tuhan kepadanya dan kepada bangsa Israel.  Apa kuncinya? Penyertaan Allah tentunya, tetapi ada satu hal yang bergantung kepada Yosua yaitu ketaatan dan kepercayaannya terhadap janji Allah, itulah yang membuat Yosua dan Israel meraih kemenangan yang telah disediakan Tuhan.

Lantas, apa janji penyertaan Allah bagi kita? Itu kan buat Yosua, lalu apakah masih relevan dengan saat ini dan apakah juga firman itu buat kita? Saya katakan ya, janji Allah tentang penyertaan-Nya yang ajaib masih disediakan bagi kita. Yosua adalah contoh bagaimana seorang biasa yang taat dan percaya dapat meraih sesuatu yang nampaknya mustahil bagi dirinya, tetapi mungkin dan tidak mustahil bila bersama Allah yang maha kuasa.

Tuhan Yesus yang adalah Allah sendiri, sebab Dia dan Bapa adalah satu, dan Dia sudah ada sebelum dunia dijadikan, dan Dia bersama dengan Allah dan Dia adalah Allah, telah berjanji bahwa Ia akan selalu beserta kita, Immanuel.  Ini merupakan janji penyertaan yang luar biasa dari Tuhan sendiri kepada murid-murid dan kepada semua orang yang percaya yang dilahirkan dari penginjilan para murid.  Ia beserta kita dalam segala keadaan dan dalam situasi apapun Ia memberikan pertolongan yang ajaib.

Kisah Para Rasul 1:8 menyebutkan tentang janji Roh Kudus akan diberikan kepada kita untuk menjadikan kita penuh kuasa sebagai saksi Kristus.   Roh Kudus lah yang memimpin kita dalam hidup ini untuk terus meraih kemenangan atas dosa dan segala kemunafikan. Roh Kudus yang memberikan karunia untuk melayani dan meraih jiwa-jiwa bagi Kristus. Karunia-Nya diberikan untuk kita pakai melawan segala tipu muslihat Iblis dan untuk mengalahkan setiap strategi jahat dari kuasa kegelapan dan dunia ini.  Kuasa dari tempat maha tinggi, diberikan pada kita untuk dipakai dalam peperangan melawan penghulu dan  penguasa di udara yang jahat.

Dalam segala perkara baik itu pekerjaan pelayanan maupun kehidupan sehari-hari, masalah rumah tangga, ekonomi, percayalah bahwa Tuhan selalu beserta dengan kita.  Ia memulihkan hidup kita yang rusak menjadi indah, Ia mengubahkan yang tidak berpengharapan menjadi penuh pengharapan dan kepastian.

Mungkin dalam hidup saudara, ada pikiran yang mengintimidasi dan mengganggu seakan semuanya tidak lagi ada harapan, bahkan situasi masalah membuat saudara menjadi melempem dalam melayani Tuhan, tidak lagi semangat dan berkobar sebagaimana waktu mula-mula ikut Tuhan Yesus.  Tidak ada lagi gairah cinta mula-mula pada Tuhan, yang ada hanyalah rasa kecewa dan putus asa dan perasaan terkalahkan.

Ingatlah akan Yosua bagaimana ia meneguhkan hatinya pada Tuhan, dan ingatlah janji Tuhan akan penyertaan-Nya bagi saudara dan saya.  Ia ada bagimu dan bagiku.  Kuasa-Nya tetap sama, dan kuasa-Nya sanggup memulihkan hidup saudara, asal engkau percaya.

Bangkitlah dan jadilah pemenang dalam hidup ini, jangan engkau terpuruk dalam kesedihan, kekecewaan dan keputusasaan.  Iblis senang membuat saudara dalam keadaan seperti itu. Namun, Allah tidak mau saudara terhimpit dengan pengaruh kuasa gelap dunia ini.  Kuasa-Nya sudah Dia sediakan, kemenangan sudah Dia berikan, tinggal kita meraihnya.  Masalahnya ada pada kita, maukah kita tetap percaya? maukah kita tetap teguh dalam iman? tidak takut? tidak tawar hati? Selalu berkobar dalam Tuhan ?

Hari ini, ambillah tindakan untuk meninggalkan semua pikiran yang menghalangi saudara untuk meraih berkat.  Bersikaplah sebagai seorang pemenang karena Tuhan Yesus sudah menang atas segalanya. Dia beserta saudara, Dia beserta kita. Haleluya. Immanuel Tuhan Yesus memberkati!

Berharap Pada Yesus Tidak Akan Kecewa

ImageShalom, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Dalam Roma 5:5 tertulis : “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” 

Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat-ayat sebelumnya dimana dikatakan bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 

Perhatikan disini bahwa penderitaan atau kesengsaraan yang kita terima karena mengikuti Kristus merupakan suatu yang ‘endingnya‘ menuju kepada suatu pengharapan yang pasti dan tidak mengecewakan.  Jadi kesengsaraan itu janganlah menjadikan kita putus asa dan kecewa dalam mengiring Tuhan tetapi kita harus memandangnya sebagai suatu anugerah yang Allah berikan agar kita terus naik dalam iman percaya kepada Tuhan dan merupakan suatu ujian kesetiaan kita kepada Allah. 

Anugerah adalah suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang bukan karena dia layak untuk menerima tetapi semata-mata disebabkan oleh kemurahan dari yang memberikan. Intinya adalah bahwa anugerah diberikan bukan karena kelayakan.

Jadi, setiap pemberian yang baik dari Allah merupakan anugerah sebab kita sesungguhnya tidak layak untuk menerimanya.  Keselamatan adalah anugerah, berkat-berkat pun adalah anugerah.  Sebagaimana Efesus 2:8 berkata bahwa sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah.  

Lalu, bagaimana dengan kesengsaraan?  Kita sudah ikut Tuhan Yesus, rajin beribadah, berbuat yang baik, taat dan setia tapi menerima penderitaan? Layakkah kita menerima penderitaan itu? Apakah saudara pernah bertanya-tanya mengapa saya diberikan penderitaan dan kesengsaraan ini? Bukankah saya rajin ke gereja, rajin beribadah, rajin doa dan puasa, tapi mengapa hal ini terjadi? Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, itu adalah anugerah bagi saudara. 

1 Petrus 2:19-20 berkata: “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Jadi, kita harus bersyukur karena kesengsaraan yang tidak harus kita tanggung rupa-rupanya adalah anugerah dari Allah.  Memang terasa sulit untuk menerima dan bersyukur akan hal-hal yang nampaknya tidak baik.  Hal-hal kecil saja dalam hidup ini yang rasanya tidak nyaman seringkali membuat sulit bagi kita untuk bersyukur.  Sewaktu saya terjebak macet rasanya susah untuk bersyukur, pikiran jadi pusing melihat semrawutnya jalanan dan padatnya kendaraan. Tapi, istri saya mengingatkan untuk mengucap syukur.  Nikmati saja perjalanan yang macet itu.

Apakah hidupmu sedang dilanda penderitaan dan kesengsaraan? bersyukurlah dan nikmatilah sebab di dalamnya ada maksud mulia dari Allah.  Saya percaya bahwa kesetiaan kita akan dinilai oleh Allah dan para malaikat, seperti Ayub yang ketika diuji ternyata dia kedapatan setia dan tidak menyangkali Tuhan. 

Kemalanganmu tidak akan dibiarkan oleh Tuhan berlarut-larut, tetapi Dia akan menolong saudara.  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi saudara kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan yang saudara alami. 

Jangan kecewa mengiring Tuhan Yesus, sebab Dia memberikan harapan yang pasti baik di hidup yang sekarang ini maupun di hidup yang akan datang dalam kemuliaan sorgawi. 
Dia pasti turun tangan, Dia pasti menolong, Dia pasti memberikan jalan keluar buat saudara.  Kita menderita untuk Kristus maka kita pun akan menerima kemuliaan seperti Kristus.  

Dia adalah Allah maha kuasa yang sanggup melakukan segala perkara yang tidak mungkin dan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita itu yang Dia kerjakan bagi kita.  Allah tidak pernah kekurangan cara untuk menolong kita, sebab Ia ajaib dan dahsyat. 

Jangan kecewa, teguhkan dan kuatkan hatimu, berserah kepada kehendak-Nya dan mengalir dalam pimpinan Allah. Tuhan Yesus memberkati.

 

Sahabat Tuhan

Image“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”
(Yohanes 15:14)

      Sahabat dan teman adalah dua kata yang berbeda makna meskipun ada kesamaan.  Sahabat memiliki ikatan dan kedekatan yang lebih dalam dibandingkan teman.  Amsal pasal 17 ayat yang ke-17  mendeskripsikan seorang sahabat sebagai orang yang menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

     Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita bukan lagi hamba melainkan sahabat-Nya.  Betapa indahnya  hidup kita karena dijadikan sahabat Allah.  Banyak orang yang bangga menjadi sahabat presiden, sms dari presiden saja ditunjukkan kepada orang lain untuk membuktikan kedekatannya dengan sang presiden, bahkan sms tersebut terus disimpan dan diusahakan tidak terhapus dan dibaca secara teratur tiga kali sehari seperti minum obat.   Saudara yang terkasih, kita terlebih lagi daripada itu, kita adalah sahabat Allah, sahabat Tuhan Yesus Kristus.   ’Sms’ dari Tuhan yaitu firman-Nya dalam Alkitab harusnya kita baca secara teratur tiap hari dan kita bagikan pada orang lain. 

     Sebagai sahabat kita, Tuhan Yesus telah menunjukkan kerelaan-Nya berkorban dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita supaya kita memperoleh hidup kekal.  Apa implikasi dari menjadi sahabat Allah?  Setidaknya ada 3 hal yang seharusnya menjadi sikap kita sebagai sahabat-Nya:

1.  Kita mengerti apa yang dikehendaki Allah

     Seseorang bercerita bagaimana dia ditanyai tentang makanan favorit dari sahabatnya untuk membuktikan bahwa benar ia adalah sahabat.  Lalu, ia menyebutkan beberapa makanan favorit dari sahabatnya itu dengan tepat.  Mengapa dia bisa tahu? Karena ia adalah sahabatnya, sehingga ia mengerti apa keinginan sahabatnya itu.  Sebagai sahabat Tuhan Yesus, kita pun harusnya tahu apa yang diinginkan Tuhan.  Bila kita sedang dalam kebingungan atau situasi dimana kita harus memilih satu dari beberapa, maka kita akan tahu mana yang harus dipilih karena kita tahu apa yang diinginkan Tuhan Yesus bagi kita.  Kita harus memilih untuk menyenangkan sahabat kita yaitu Tuhan Yesus.

2. Kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya

     Nats Alkitab di atas menyatakan dengan jelas bagaimana ciri seorang sahabat yang sejati dari Tuhan Yesus, yaitu melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya.   Biasanya hubungan persahabatan itu sangat erat sehingga menyebabkan ada ikatan berdasarkan kerelaan untuk melakukan apa yang diperintahkan satu sama lain.  Menjadi sahabat Yesus harusnya lebih daripada persahabatan dunia.  Kita mau melakukan kehendak-Nya karena kita adalah sahabat-Nya.

3.  Kita rela berkorban bagi Tuhan

      Seperti Tuhan Yesus yang telah menunjukkan kasih-Nya yang nyata melalui pengorbanan-Nya pada kita, maka kita pun harus rela berkorban bagi Tuhan Yesus. Harta kekayaan atau bahkan nyawa sekalipun, dengan sukacita kita berikan bagi sahabat kita yang kita kasihi yaitu Tuhan Yesus Kristus.

     Jadilah sahabat yang sejati dari Tuhan Yesus, bukan sekedar teman. Tuhan Yesus memberkati!

Emas Perak dan Permata Tiada Artinya

Ada sebuah lagu yang liriknya begini:

Lebih dari s’galanya
ku ingin Kau Tuhan
Emas perak dan permata
Tiada artinya

ku ingin lebih dekat
bersekutu dengan-Mu
jadikan ku hamba setia kepada-Mu

Lagu ini begitu terasa maknanya, saat saya menyanyikan bersama dengan saudara-saudara seiman yang sedang menunggui seorang keluarga yang kritis dan akan kembali pulang kepada Bapa di surga.

Ketika menyanyikan bait-bait lagu, kata demi kata, sungguh saya merasakan bahwa memang tidak ada artinya semua harta yang kita miliki, di saat maut akan kita hadapi, semuanya itu tidak berguna.  Tuhan lah harta kekayaan kita sesungguhnya, bukan yang lain.  Sungguh dekat dengan Allah maka jiwa kita tenang, bersekutu dengan Dia merupakan hal yang paling hakiki.

Tidak ada yang lebih berharga selain daripada mengenal Tuhan Yesus, penyelamat jiwa kita. Di setiap saat dalam hidup kita, biarlah kita selalu mengutamakan Tuhan. 
Harta benda tidak abadi. Tuhan yang kita perlukan.  Amin.